Sudaryono Titip Pesan untuk Petani Banjar, Helda Rina Bawa Harapan Bantuan Bibit
KBK.News.Martapura – Kabar perhatian pemerintah pusat terhadap nasib petani di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan mengemuka dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan V di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat.
Di tengah kondisi petani yang masih menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan, Ketua Dewan Pembina DPN TMI, Sudaryono, menitipkan pesan khusus agar para petani di Banua tidak kehilangan semangat.
Pesan tersebut disampaikan langsung kepada Ketua DPD TMI Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, yang mewakili TMI Kalimantan Selatan dalam kegiatan penutupan Diklat, Jumat (6/11/2026).
Dalam dialog tersebut, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani, termasuk kemungkinan dukungan bantuan bibit untuk membantu keberlangsungan sektor pertanian di daerah terdampak.
“Titip salam dan pesan saya untuk para petani di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar. Tetap semangat, meskipun sedang menghadapi ujian Karhutla dan kekeringan. Pemerintah pusat tidak tinggal diam dan akan berupaya membantu semaksimal mungkin, termasuk melalui dukungan bantuan bibit,” pesan Sudaryono kepada Helda.
Rencana bantuan bibit tersebut nantinya masih memerlukan pendataan dan kepastian kebutuhan di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan petani.
Bagi petani Kabupaten Banjar yang turut merasakan dampak Karhutla dan kekeringan, dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya membantu pemulihan aktivitas pertanian.
Tak hanya menyampaikan perhatian terhadap kondisi petani, Sudaryono juga menitipkan pesan penting mengenai peran TMI sebagai organisasi yang harus hadir langsung di tengah masyarakat.
Ia meminta seluruh kader TMI memperkuat komunikasi dengan petani, nelayan, serta pemerintah agar berbagai persoalan di daerah dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat.
“TMI harus terus menjalin kerja sama dengan petani, nelayan dan pemerintah. Serap aspirasi serta persoalan yang ada di lapangan, sehingga TMI bisa menjadi telinga pemerintah pusat dalam mengetahui kondisi masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi pesan tersebut, Hj Helda Rina menyebut keikutsertaannya dalam Diklat TMI Angkatan V bukan sekadar mengikuti pelatihan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan membawa aspirasi dan semangat perjuangan petani Kalimantan Selatan.
Ia berharap ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan untuk memperkuat peran TMI di Kabupaten Banjar, khususnya dalam mendampingi petani dan kelompok tani.
“Harapannya, ilmu dan pengalaman yang didapat selama Diklat ini bisa kami implementasikan di daerah. TMI harus semakin dekat dengan petani, memahami kebutuhan mereka, serta ikut mendorong kemajuan pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan,” ungkap Helda.
Menurutnya, komunikasi dan pendampingan terhadap petani menjadi hal penting agar berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui dan diperjuangkan melalui organisasi.
Diklat TMI Angkatan V berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 November 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 kader dan pengurus dari empat provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, Kalimantan, dan Bali.
Ketua Umum DPN TMI, Don Muzakir, dalam kesempatan tersebut juga menekankan bahwa penguatan organisasi harus dibarengi dengan kerja nyata di tengah masyarakat.
Ia berharap para pengurus daerah mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, kelompok tani, perguruan tinggi hingga pelaku usaha pertanian.
Sementara itu, Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero), Robby Setiabudi Madjid, mengingatkan bahwa perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas dan perkembangan teknologi menuntut organisasi pertanian semakin adaptif.
Penutupan Diklat turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua HKTI Jawa Barat, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir, serta sejumlah pengurus TMI dari berbagai provinsi.
Bagi TMI Kabupaten Banjar, pesan Sudaryono tersebut menjadi perhatian tersendiri. Di tengah tantangan Karhutla dan kekeringan yang berdampak terhadap sektor pertanian, harapan petani kini tertuju pada dukungan nyata dan langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan usaha tani di daerah.
