Minggu, September 27, 2020
Beranda BUDAYA Sulitnya Social Distancing Untuk Cegah Covid-19 Di Pasar

Sulitnya Social Distancing Untuk Cegah Covid-19 Di Pasar

Social Distancing sulit dilakukan di pasar tradisional dan pasar moderen,karena kontak langsung yang terjadi antar sesama pembeli dan pedagang tak terhindarkan (21/3/2020).

Salah satu upaya untuk mengantisipasi penularan penyakit yang menular, yakni dengan membatasi kontak langsung, termasuk dari manusia ke manusia lainnya. Untuk itu biasanya dilakukan dengan pembatasan-pembatasan, termasuk berkumpul dengan orang banyak.

IMG 20200321 105452
Pasar Tradisional di Kabupaten Banjar

Pembatasan kontak dengan masyarakat umum itu disebut dengan Social Distancing. Hal itu artinya tindakan pembatasan sosial yang bertujuan untuk mengendalikan infeksi nonfarmasi yang dapat menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular seperti Covid-19.

Covid-19 atau penularan virus corona telah mewabah ke berbagai negara didunia dan korban meninggal dunia telah berjatuhan. Ada beberapa cara untuk mencegah penularan infeksi Covid-19 ini, diantaranya dengan lockdown, isolasi mandiri, dan juga Social Distancing.

Penerapan Social Distancing ini memang sangat dianjurkan oleh pemerintah agar penularan infeksi Covid-19 bisa dikendalikan. Kini tinggal bagaimana kesadaran masyarakat agar hal ini bisa diterapkan dengan penuh disiplin.

Melihat kondisi riil dilapangan social distancing telah dilakukan pemerintah, misalnya di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Langkah itu diantaranya meliburkan sekolah, melarang tempat hiburan malam beroperasi dan lainnya.

Dari pemantauan ada yang sulit untuk dilakukan, yakni di pasar moderen (Mall), dan pasar tradisional. Kedua tempat umum tersebut terlihat banyak masyarakat berkumpul dan terjadi kontak langsung yang tak terhindarkan.

Pemantauan pada hari ini saja di sejumlah pasar tradisional banyak para pedagang dan pembeli memenuhi pasar. Selain itu juga terjadi transaksi tunai yang membuat terjadinya kontak langsung.

Untuk itu sangat disarankan kepada mereka yang berada di keramaian seperti di pasar ini untuk menggunakan masker atau sarung tangan. Tetapi faktanya sangat sedikit yang melakukan itu.

Solusi bagi mereka yang baru datang dari pasar diantaranya adalah membersihkan tangan dengan sabun, sanitizer, atau zat disinfektan lainnya. Artinya selain melakukan social distancing juga melakukan pola hidup sehat lainnya.

Social Distancing dengan menutup pasar ? Itu sangat sulit dilakukan, karena akan sangat buruk dampaknya bagi masyarakat, sebab kebutuhan pokok ada di pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Waspadai Berebut Lokasi Kampanye Karena Disusun Paslon Sendiri

Paslon Bupati Banjar susun sendiri jadwal kampanye, tetapi harus koordinasi dengan pihak Polres Banjar dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Sabtu (26/9/2020). Terhitung sejak hari...

ASN dan Masyarakat Siap Bersinergi Dengan Pjs Wali Kota Banjarbaru

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan Sambut Positif Pelantikan Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, ASN dan Seluruh Masyarakat Banjarbaru Siap Bersinergi,...

Ini Pejabat Kemendagri Pengganti Darmawan Jaya Setiawan

Geser Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan yang cuti selama 71 hari, Pjs Gubernur Kalsel Rudy Resnawan lantik Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard...

Peran Serta Masyarakat Mengawasi Pilkada Sangat Penting

Bawaslu Kabupaten Banjar gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Partisipatif Dengan Kelompok Masyarakat Untuk Pengawasan Pilbup Kabupaten Banjar 2020, Jumat (25/9/2020). Rakor yang digelar Bawaslu Bankar...

Recent Comments

sulingan city on Video porno atau filem porno