KBK.News, MARTAPURA – Keluhan petani di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar terkait sulitnya mendapatkan solar untuk operasional alat pertanian mendapat tanggapan dari DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (1/5/2026).

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalsel, Alin Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah lebih dulu merancang langkah untuk meringankan beban petani, jauh sebelum persoalan kelangkaan solar mencuat.

“Kami di Tani Merdeka sebelumnya sudah memiliki rencana untuk menghadirkan pom bensin mini khusus petani dan nelayan. Ini sebagai upaya membantu akses BBM agar lebih mudah dan terjangkau,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Salah satu kendalanya adalah struktur organisasi di tingkat bawah, seperti koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator desa (kordes), yang belum sepenuhnya terbentuk.

Selain itu, menurutnya, peran kelompok tani di tingkat desa juga sangat menentukan dalam pelaksanaan program-program tersebut.

BACA JUGA :  DPW Tani Merdeka Kalsel Harap Presiden Prabowo Hadir di Panen Raya Batola

“Kalau kondisi seperti sekarang, kami belum bisa berbuat banyak. Apalagi kita juga harus bersyukur harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, karena pemerintah tentu memiliki pertimbangan tersendiri,” tambahnya.

Alin berharap rencana pembangunan fasilitas BBM khusus petani bisa segera terealisasi agar kebutuhan bahan bakar untuk sektor pertanian dapat terpenuhi dengan baik. Ia juga menegaskan akan menyampaikan persoalan ini ke tingkat pusat agar mendapat perhatian lebih lanjut.

“Kami akan terus mendorong agar ada solusi dari pusat. Karena kami di daerah ini adalah penyambung lidah masyarakat, khususnya para petani,” tegasnya.

Ia pun mengimbau para petani untuk bersabar menghadapi kondisi saat ini, sembari berharap distribusi solar untuk kebutuhan pertanian bisa segera kembali normal.

“Mudah-mudahan masalah ini tidak berlangsung lama dan kondisi segera pulih, sehingga aktivitas pertanian bisa kembali berjalan lancar,” pungkasnya.