Tarif Lapangan Basket Siring Bekantan Dipersoalkan, Komunitas: Di Mana Urgensinya?
KBK.News, Banjarmasin – Penerapan tarif retribusi penggunaan Lapangan Basket di kawasan Siring Maskot Bekantan, Kota Banjarmasin, menuai sorotan dari komunitas basket. Kebijakan tersebut dinilai menimbulkan tanda tanya besar, terutama terkait urgensi penarikan biaya pada fasilitas umum (fasum) yang selama ini digunakan masyarakat secara terbuka.
Salah satu anggota komunitas Everyday Basketball, Rendi, mengungkapkan kebingungan para pengguna lapangan atas kebijakan tersebut. Menurutnya, fasilitas umum sejatinya disediakan untuk mendorong aktivitas masyarakat tanpa adanya beban pungutan.
“Kami tidak sepenuhnya menolak ataupun mengiyakan. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah kebijakan ini benar-benar mendesak untuk diterapkan?” ujar Rendi, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, tarif retribusi sebenarnya sudah berlaku sejak 2023. Namun, kebijakan itu baru ramai diperbincangkan setelah dipasangnya spanduk tarif di dua lapangan basket kawasan Siring Maskot Bekantan dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai masyarakat awam, kata Rendi, keberadaan fasilitas umum identik dengan akses bebas bagi siapa saja. Pengenaan tarif dikhawatirkan justru membatasi partisipasi masyarakat dalam berolahraga, khususnya komunitas basket yang anggotanya berasal dari beragam latar belakang ekonomi.
“Lapangan ini dipakai banyak kalangan. Kalau ditarik pungutan, rasanya kurang etis,” tegas pria yang berprofesi sebagai pedagang tersebut.
Rendi juga menilai, kontribusi retribusi lapangan basket terhadap pendapatan daerah tidaklah signifikan. Menurutnya, masih banyak sektor lain yang lebih potensial untuk digarap pemerintah daerah.
“Kalau tujuannya menambah pendapatan, masih banyak sumber lain. Kenapa harus dari lapangan basket?” katanya.
Ia khawatir kebijakan tersebut justru berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berolahraga. Terutama bagi kalangan yang merasa keberatan dengan adanya pungutan.
“Menurut saya, fasilitas umum yang mewadahi aktivitas masyarakat banyak seharusnya digratiskan,” ujarnya.
Meski demikian, Rendi tetap mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah menyediakan fasilitas olahraga yang layak dan representatif di kawasan Siring Maskot Bekantan.
“Terlepas dari polemik ini, kami tetap berterima kasih karena pemerintah sudah menyediakan lapangan basket dengan fasilitas yang cukup baik,” pungkasnya. (Masruni)
