KBK.News, MARTAPURA – Proyek Rehabilitasi Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) yang berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar hingga kini belum juga rampung. Padahal, kalender telah memasuki pertengahan Januari 2026, Jumat (16/1/2026).

Proyek yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp8 miliar dari APBD Kabupaten Banjar itu sejatinya ditargetkan selesai pada 28 Desember 2025, atau sebelum peringatan 5 Rajab Sekumpul. Namun di lapangan, pekerjaan rehabilitasi taman tersebut masih menyisakan berbagai pekerjaan yang belum tuntas.

Keterlambatan ini pun mendapat sorotan dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Dikutip dari Klikkalimantan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, memastikan bahwa pada awal 2026 pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan di seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD).

“Terkait keterlambatan ini tentu penyedianya dikenakan sanksi denda, karena mereka harus bertanggung jawab atas keterlambatan ini. Alhamdulillah, penyedia siap saja,” ujarnya belum lama tadi.

BACA JUGA :  Audiensi ke Pemkab Banjar, KMPB Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Yudi Andrea, keterlambatan proyek bukan tanpa sebab. Sejumlah faktor dinilai turut memengaruhi lambannya penyelesaian pekerjaan, mulai dari kondisi cuaca hingga kualitas pengerjaan yang dinilai kurang maksimal sehingga harus dilakukan perbaikan ulang.

Ia juga tidak menampik bahwa waktu pelaksanaan yang tertuang dalam kontrak proyek terbilang cukup singkat.

“Bisa jadi dikarenakan waktunya terlalu padat. Artinya diperencanaan. Hal ini pasti akan kami evaluasi lagi, karena kami berharap di awal 2026 anggaran yang terserap lebih dari 30 persen,” jelasnya.

Sebagai langkah perbaikan ke depan, Pemkab Banjar berencana mendorong seluruh SOPD agar melaksanakan kegiatan lebih awal, khususnya pada triwulan pertama.

“Pada triwulan pertama kita dorong semua SOPD. Jika ada kegiatan, kalau bisa dilaksanakan di awal, jadi akhir tahun tidak ada lagi pengerjaan yang tertinggal. Seperti diperencanaan yang kurang,” pungkasnya.