KBK.NEWS, MARTAPURA – Keluhan terkait terhentinya distribusi air bersih selama kurang lebih tiga bulan di Desa Tatah Layap, Kabupaten Banjar, akhirnya disampaikan langsung kepada pihak PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda), Kamis (1/10/2029).

Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi sekaligus audiensi yang dilakukan masyarakat bersama mahasiswa ke kantor PTAM Intan Banjar. Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait pemulihan layanan air bersih yang dinilai menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Koordinator Daerah Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia Wilayah Kalimantan, Khairul Fikri, mengatakan persoalan terhentinya aliran air selama tiga bulan tidak bisa dianggap sebagai gangguan pelayanan biasa.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian kapan distribusi air bersih dapat kembali normal.

“Tiga bulan air mati bukan gangguan pelayanan biasa. Ini adalah persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian,” ujar Khairul.

Dalam audiensi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PTAM Intan Banjar. Di antaranya meminta segera dipulihkannya distribusi air bersih ke Desa Tatah Layap, adanya penjelasan terbuka mengenai penyebab terhentinya pelayanan, serta kepastian target dan waktu perbaikan.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya penyediaan air bersih darurat secara gratis hingga distribusi kembali normal, serta kebijakan pengurangan atau pembebasan tagihan selama pelayanan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Khairul menegaskan, tuntutan tersebut bukan untuk meminta sesuatu yang berlebihan, melainkan memastikan hak masyarakat terhadap kebutuhan dasar berupa air bersih dapat terpenuhi.

“Kami tidak meminta sesuatu yang mewah. Kami hanya menuntut air yang menjadi kebutuhan dasar kami. Tiga bulan sudah cukup. Hidupkan kembali air untuk rakyat Tatah Layap,” tegasnya.

BACA JUGA :  PTAM Intan Banjar Tutup Saat HUT RI ke-81, Pembayaran Tagihan Tetap Bisa Dilakukan

Disambut Langsung Direktur PTAM Intan Banjar

Audiensi tersebut disambut langsung oleh Direktur PTAM Intan Banjar, Saipul Anwar.

Saipul mengatakan pihaknya menerima dengan baik masukan yang disampaikan masyarakat melalui mahasiswa. Ia memastikan PTAM Intan Banjar akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Terima kasih atas masukan dari masyarakat, yang tadi diwakili oleh mahasiswa,” kata Saipul.

Menurutnya, pengecekan ke lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi pelayanan dan mengetahui persoalan yang menyebabkan distribusi air bersih ke masyarakat Tatah Layap belum berjalan optimal.

“Kami akan langsung mengecek ke lapangan untuk memastikan pelayanan penyaluran air bersih bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Saipul juga menegaskan bahwa PTAM Intan Banjar terbuka terhadap kritik maupun saran dari masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dari PTAM Intan Banjar, selalu menerima masukan dari masyarakat. Kami siap menerima saran dan kritik yang membangun,” tuturnya.

Audiensi tersebut menjadi titik awal tindak lanjut atas keluhan masyarakat Tatah Layap. Selanjutnya, masyarakat menunggu langkah konkret PTAM Intan Banjar untuk memastikan distribusi air bersih dapat kembali mengalir dan pelayanan kepada pelanggan berjalan sebagaimana mestinya.