KBK.NEWS, MARTAPURA — Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Muhammad Ilham Fikri (16), santri asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura pada Selasa (13/1/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 06.00 Wita, di wilayah Desa Keliling Benteng, Kecamatan Martapura Barat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan titik penemuan berada di koordinat 3°19’5″ LS dan 114°44’51” BT.

“Jika dihitung dari lokasi awal korban tenggelam atau Last Known Position (LKP), jasad ditemukan sekitar 19,5 kilometer ke arah hilir,” ujar Putu, Kamis pagi.

Menurutnya, jauhnya jarak penemuan korban dipengaruhi oleh kuatnya arus Sungai Martapura dalam beberapa hari terakhir.

“Arus sungai yang cukup deras membuat korban terbawa jauh ke arah hilir,” jelasnya.

Sebelum ditemukan oleh tim SAR, seorang warga Desa Keliling Benteng sempat melihat sesosok tubuh mengapung di sekitar jembatan besi Keliling Benteng sekitar pukul 05.30 Wita. Namun karena tidak berani mengamankan, jasad korban kembali terbawa arus.

BACA JUGA :  DPRKPLH Banjar Akan Tinjau Dugaan Kerusakan Sawah Akibat Limbah Tambang di Pengaron

Informasi tersebut segera diteruskan ke tim SAR yang sudah siaga di lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Setelah dievakuasi dari sungai, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sekumpul, Gang Purnama, Martapura, menggunakan ambulans Emergency Banjar Response (EBR) untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 07.30 Wita.

“Seluruh unsur yang terlibat kami kembalikan ke satuan masing-masing. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian,” kata Putu.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kansar Banjarmasin, Tim Rescue Tapin, TNI, Polri, BPBD, PMI Kabupaten Banjar, serta relawan dari James Rescue, Emergency Banjar Response (EBR), Regas Fire Fighter, Borneo Rescue, dan masyarakat setempat.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Sungai Martapura dinyatakan selesai,” pungkas Putu.