BANJARMASIN, KBK.NEWS – Gelombang protes mahasiswa kembali mengguncang Kalimantan Selatan. Keluarga Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (KM ULM) secara blak-blakan memberikan “rapor merah” terhadap kepemimpinan Gubernur Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman. Pemerintah daerah periode 2025–2026 tersebut bahkan dinyatakan “Tidak Lulus” dan “Gagal Total”.

​Rapor merah ini diberikan dalam aksi demonstrasi yang digelar secara tertib namun teatrikal di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (15/6/2026). Di tengah barisan massa, mahasiswa membentangkan papan penilaian raksasa yang merinci rapor buruk tata kelola pemerintahan daerah.

Evaluasi Empat Sektor Krusial

​Plt Ketua BEM ULM, Satria Bima, menegaskan bahwa penilaian ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan hasil evaluasi objektif mahasiswa terhadap realita di lapangan. Menurutnya, duet Muhidin-Hasnuryadi gagal menjawab persoalan mendasar di Kalimantan Selatan.

​”Kami melihat masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, lingkungan hidup, hingga pemerataan pembangunan. Rapor merah ini adalah bentuk kritik nyata kami,” ujar Satria di hadapan massa aksi.

​Berdasarkan kajian KM ULM, ada empat sektor utama yang rapornya dinyatakan merah:

  1. Tata Kelola Pemerintahan & Transportasi Mahasiswa memberikan nilai minus pada aspek pencegahan politik dinasti dan nepotisme, pengelolaan konflik kepentingan, serta lemahnya penerapan sistem merit dalam birokrasi.
  2. Pelayanan Publik & Kesejahteraan Pemerataan layanan kesehatan, akses pendidikan, revitalisasi sekolah, hingga program pengentasan kemiskinan dinilai berjalan di tempat dan tidak memuaskan.
  3. Lingkungan Hidup & Infrastruktur Sorotan tajam tertuju pada lemahnya pengawasan aktivitas tambang, penanganan deforestasi, ancaman krisis ekologis, perlindungan kawasan Pegunungan Meratus, serta ketimpangan infrastruktur di wilayah pedalaman.
  4. Dampak Sistemik Mahasiswa mencatat raport buruk ini berujung pada merosotnya kepercayaan publik, meningkatnya risiko bencana alam, dan makin menganga-nya kesenjangan pembangunan antarwilayah.
BACA JUGA :  Tiga Komunitas Gelar Bedah Buku “Riset Indonesia” di ULM, Dorong Diskusi Kritis di Kampus

Kritik Keras untuk Eksekutif dan Legislatif

​Tidak hanya membidik gubernur dan wakil gubernur, Satria Bima juga menyentil jajaran anggota dewan yang dinilai menutup mata dan telinga dari penderitaan rakyat.

​”DPRD dan pemerintah yang seharusnya menjadi jembatan penyampaian aspirasi justru terkesan diam. Pemerintah jangan diam, suarakan!” tegas Satria retoris.

​Sebagai simbol kekecewaan dan protes keras, mahasiswa memajang papan rapor merah tersebut tepat di depan gerbang Kantor DPRD Kalimantan Selatan. Dalam aksi ini, massa juga menuntut Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, untuk keluar menemui mereka guna memberikan tanggapan langsung atas rapor buruk tersebut.

​Meski berjalan dengan tensi tinggi dan di bawah pengawalan ketat aparat keamanan, aksi demonstrasi berlangsung kondusif. KM ULM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengkritisi kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat Kalimantan Selatan ke depan. (Masruni).