Usman Hamid : Teror Air Keras Terhadap Aktivis Andrie Yunus Tindakan Pengecut
JAKARTA, KBK.NEWS – Gelombang solidaritas dan kecaman mengalir deras menyusul insiden penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus. Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Amnesty International Indonesia, KontraS, dan YLBHI menegaskan tidak akan gentar menghadapi tindakan teror para pengecut tersebut.
Pernyataan Keras Amnesty International & KontraS
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Andrie. Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026), Usman menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan pengecut yang bertujuan untuk membungkam suara kritis.
”KontraS tidak akan mundur selangkah pun. Kami sudah terbiasa menghadapi teror sejak tahun 1998 hingga 2000—mulai dari serangan kantor hingga ancaman bom. Kepada para pelaku, kalian adalah pengecut,” tegas Usman di hadapan awak media.
Dugaan Motif dan Kaitan Politik
Meskipun Andrie kerap bersinggungan dengan isu sensitif terkait militer, Usman mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada investigasi mendalam.
- Investigasi Mandiri: Koalisi akan melakukan pencermatan serius terhadap keterkaitan serangan ini dengan tensi politik.
- Konteks Konflik: Usman menyoroti bahwa pola teror seperti ini biasanya muncul di tengah ketegangan konflik antar elite politik.
- Klarifikasi Pelaku: Pihaknya tidak ingin langsung menuding pihak tertentu meskipun korban aktif mengawal isu militer.
Temuan Awal: Korban Telah Dikuntit
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, mengungkapkan fakta krusial bahwa Andrie Yunus telah dikuntit oleh orang tidak dikenal selama beberapa hari sebelum serangan terjadi.
Isnur menyatakan bahwa Koalisi Masyarakat Sipil siap bergerak secara mandiri maupun kolaboratif untuk mengungkap dalang di balik kejadian ini.
- Data Pemantauan: YLBHI mengklaim memiliki data pengintaian sebelum kejadian yang siap diserahkan kepada kepolisian.
- Investigasi Koalisi: Jika kepolisian lamban, koalisi berkomitmen melakukan penyelidikan sendiri untuk mengungkap pelaku dan aktor intelektual di belakangnya.
