Viral Balap Liar di Sungai Tabuk, Polres Banjar Siapkan Tilang dan Sita Kendaraan
MARTAPURA, KBK.News – Aksi balap liar yang kembali marak di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendapat perhatian serius dari jajaran Satlantas Polres Banjar, Selasa (6/10/2026).
Setelah video aksi balap liar tersebut viral di media sosial, kepolisian memastikan bakal meningkatkan patroli sekaligus mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.
Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu H Agung Iswahyudi, mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan aksi balap liar terus berlangsung. Selain melanggar aturan lalu lintas, kegiatan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
“Terkait dengan kembali maraknya balap liar di Sungai Tabuk, kami dari Satuan Lalu Lintas Polres Banjar ke depan akan melakukan tindakan,” tegas Agung.
Ia mengatakan, setiap pengendara yang kedapatan melakukan aksi balap liar akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bagi anak muda yang melakukan balap liar akan kami lakukan tindakan tegas berupa tilang manual. Kemudian kendaraannya akan kami sita dan orang tuanya akan kami panggil,” ujarnya.
Menurut Agung, tindakan tersebut diperlukan sebagai langkah pencegahan sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku, khususnya kalangan remaja yang kerap terlibat dalam aksi balap liar.
Menindaklanjuti kejadian yang viral tersebut, Satlantas Polres Banjar juga telah turun langsung ke lokasi bersama personel Polsek Sungai Tabuk.
Patroli dilakukan pada sore hingga malam hari untuk mengantisipasi kembali munculnya aksi balap liar.
“Untuk kejadian kemarin kita langsung turun ke lapangan bersama anggota Satlantas Polres Banjar dan anggota Polsek Sungai Tabuk. Kami melakukan patroli balap liar di sore hari maupun malam hari,” jelasnya.
Meski demikian, saat petugas tiba di lokasi, para pengendara yang diduga hendak melakukan balap liar telah lebih dahulu membubarkan diri. Sehingga, belum ada pelaku yang diamankan dalam patroli tersebut.
“Kemarin ketika kita turun, pengendara sudah membubarkan diri,” katanya.
Agung memastikan patroli akan terus dilakukan secara rutin. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah aksi serupa kembali terjadi di Sungai Tabuk.
“Alhamdulillah, sementara beberapa hari ini tidak ada lagi balapan liar di Sungai Tabuk,” pungkasnya.






