Warung Kopi jadi Arena Analisis Dadakan, Fans Italia masih Sulit Move On
KBK.News, BANJARMASIN – Piala Dunia 2026 baru saja bergulir, namun suasananya sudah terasa hingga ke warung-warung kopi di Kota Banjarmasin.
Di Warung Kai Adi Jalan Kolonel Sugiono / Pekapuran B , Banjarmasin Tengah misalnya, obrolan pelanggan kini hampir seluruhnya berisi prediksi pertandingan, peluang juara hingga nostalgia kejayaan tim-tim besar dunia.
Menariknya, banyak pengunjung yang mendadak berubah menjadi pengamat sepak bola dadakan.
Dari yang biasanya membahas pekerjaan, perang hingga urusan sehari-hari, kini sibuk menganalisis kekuatan Argentina, Brasil, Jerman, Prancis hingga Spanyol dan tim kuda hitam lainnya
Di salah satu sudut warung, Bidik (63) tampak paling bersemangat.
Pria setengah baya itu sesekali ikut menyela perdebatan sambil menyeruput kopi panas.
Namun berbeda dengan yang lain, Bidik justru masih menyimpan kekecewaan karena tim favoritnya, Italia, kembali gagal tampil di Piala Dunia.
“Rasanya masih kosong kalau Piala Dunia tanpa Italia. Dari dulu saya pendukung Italia,” ujarnya dalam bahasa Banjar
Bidik mengaku mulai jatuh cinta kepada Gli Azzurri sejak era Paolo Rossi, striker legendaris yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1982 di Spanyol.
Nama Rossi hingga kini masih menjadi idolanya.
“Zaman dulu saya begadang nonton Paolo Rossi. Sekarang Italia malah tidak ada lagi. Sudah beberapa kali absen, tentu kecewa,” katanya kecewa.
Di meja yang sama, Arief dan Memet justru lebih sibuk memperdebatkan peluang tim-tim Amerika Selatan dan Eropa pada turnamen kali ini.
Sesekali keduanya membuka jadwal pertandingan yang ditempel di warung untuk memastikan laga-laga besar yang akan berlangsung hingga dini hari.
Pemilik Warung Kai Adi mengaku suasana seperti ini selalu muncul setiap kali Piala Dunia digelar.
Jumlah pengunjung meningkat, terutama pada malam hari, dan hampir semua meja dipenuhi perbincangan tentang sepak bola.
“Kadang lucu juga. Yang biasanya bicara soal harga barang atau pekerjaa., sekarang mendadak jadi analis sepak bola. Tapi memang itu serunya Piala Dunia,” ujar pria berusia 67 yang rela merogoh kocek untuk beli poster atau spanduk jadwal pertandingan.
Menurut fans Argentina ini perdebatan para pelanggan sering berlangsung lebih seru daripada siaran televisi.
Ada yang membahas statistik pemain, ada yang mengandalkan insting, bahkan ada yang yakin tim favoritnya bakal juara meski performanya sedang tidak meyakinkan.
Meski berbeda pilihan tim, suasana tetap cair dan penuh canda.
Bagi para pelanggan setia warung, Piala Dunia bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi alasan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan.
Dan di antara riuhnya prediksi serta analisis dadakan itu, Bidik tetap memegang harapannya sederhana.
“Mudah-mudahan empat tahun lagi Italia kembali. Piala Dunia rasanya belum lengkap tanpa mereka,” tutupnya.
