Satu Tahun Lebih Tak Difungsikan, Polindes Desa Pemakuan Memprihatinkan, Pelayanan Kesehatan Terpaksa Menumpang
KBK.NEWS, MARTAPURA – Kondisi bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, memprihatinkan. Bangunan yang sudah mengalami kerusakan sejak awal 2025 tersebut bahkan tidak lagi difungsikan karena dikhawatirkan roboh, Senin (2/11/2026).
Akibatnya, pelayanan kesehatan masyarakat yang seharusnya dilakukan di Polindes terpaksa dialihkan ke lokasi sementara dengan fasilitas seadanya.
Kegiatan Posyandu maupun pelayanan Polindes kini dilaksanakan di halaman kantor desa. Sementara itu, pelayanan klinik bidan juga harus memanfaatkan rumah warga untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayanan kesehatan menjadi kurang nyaman. Bahkan, ketika kegiatan Posyandu atau pelayanan Polindes sedang berlangsung di halaman kantor desa, kegiatan terkadang harus dihentikan sementara apabila ada penyaluran bantuan sosial berupa beras yang datang ke lokasi tersebut.
Pembakal Desa Pemakuan, Hamdani, mengatakan bangunan Polindes tersebut usia nya sudah sekitar 13 tahun. Pihak desa memilih tidak lagi memanfaatkannya karena kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
“Bangunannya sudah setahun lebih tidak digunakan, dan usia bangunan kurang lebih 13 tahun, karena kondisinya mengkhawatirkan dan kami takut kalau sampai roboh,” ungkap Hamdani.
Ia menjelaskan, pemerintah desa sebenarnya sudah berupaya memperjuangkan perbaikan bangunan tersebut dengan mengajukan proposal kepada Pemerintah Kabupaten Banjar.
Pihak desa berharap usulan tersebut dapat segera mendapat perhatian dan ditindaklanjuti, mengingat keberadaan fasilitas kesehatan sangat penting untuk menunjang pelayanan dasar bagi masyarakat.
Hamdani juga berharap, setelah dilakukan perbaikan, bangunan tersebut tidak hanya difungsikan kembali sebagai Polindes, tetapi dapat ditingkatkan menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu).
“Kami berharap bangunan ini bisa segera diperbaiki. Kalau memungkinkan, setelah diperbaiki bisa dijadikan Pustu, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Pemakuan lebih maksimal,” harapnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang layak sangat dibutuhkan masyarakat agar pelayanan kesehatan, termasuk kegiatan Posyandu dan pemeriksaan oleh tenaga bidan, dapat berlangsung dengan nyaman dan aman.
Kini, masyarakat Desa Pemakuan masih harus menjalani pelayanan kesehatan dengan fasilitas sementara. Harapan mereka, perhatian pemerintah daerah dapat segera diwujudkan melalui perbaikan bangunan tersebut agar pelayanan kesehatan tidak terus-menerus menumpang di tempat lain.
