14 Warga Gudang Tengah Terima Bantuan Bedah Rumah, Pambakal: Semoga Terus Berlanjut
KBK.NEWS, MARTAPURA – Kabar baik dirasakan 14 warga Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Mereka mendapatkan bantuan bedah rumah melalui program bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Selasa (29/9/2026) dan menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pambakal Desa Gudang Tengah Muhammad Safwan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalsel Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, beserta jajaran.
Pambakal Gudang Tengah, H Muhammad Safwan, menyampaikan rasa syukur atas kembali hadirnya program bantuan bedah rumah bagi masyarakat di desanya.
Menurut Safwan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak, aman dan nyaman.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada warga kami. Total ada 14 rumah yang mendapat bantuan,” ujar Safwan.
Ia menilai, bantuan RTLH bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan rumah. Lebih dari itu, program tersebut memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk dapat tinggal di hunian yang lebih nyaman bersama anggota keluarganya.
Safwan pun berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat desa dapat terus berlanjut, sehingga warga lain yang masih menempati rumah dalam kondisi kurang layak juga bisa mendapatkan bantuan serupa.
“Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan dapat membantu warga lainnya yang memang membutuhkan,” katanya.
Dengan adanya program bedah rumah tersebut, diharapkan kualitas hunian masyarakat semakin baik. Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima, bantuan RTLH juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Desa Gudang Tengah.
Bagi 14 keluarga penerima manfaat, bantuan tersebut bukan hanya tentang memperbaiki rumah, tetapi juga menjadi harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga mereka.
