MARTAPURA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi dan implementasi peraturan dan non peraturan Bawaslu, di Hotel Delima, Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu (27/5/2023).

Sosialisasi yang bertema mitigasi permasalahan potensi sengketa proses Pemilu tahun 2024 tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan Azhar Ridhanie.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari (27-28 Mei) tersebut, dihadiri oleh KPU, Partai Politik peserta pemilu, Kepolisian, TNI, Kesbangpol Kabupaten Banjar, Tokoh Masyarakat, Ormas, dan perwakilan organisasi mahasiswa.

Dalam kesempatan ini, Azhar Ridhanie menyampaikan aspek- aspek regulasi, berdasarkan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Perbawaslu Nomor 9 Tahun 2022.

1685171405834-picsay
Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Azhar Ridhanie. (Foto : Rizal)

” Hari ini kami ingin berdiskusi dengan teman-teman peserta pemilu dan seluruh stakeholder, dalam rangka membangun kesepakatan bersama terkait dengan potensi-potensi sengketa yang terjadi pada tahapan pengajuan bakal Anggota DPR,” ujar Azhar Ridhanie.

Untuk sekarang lanjut Ridhanie, pihaknya sedang dalam proses pengawasan tahapan verifikasi pemberkasan.

” Saya berharap ada aspek mitigasi, dan itu semua berlaku untuk melihat, menilai dan mengurangi resiko yang terjadi pada tahapan pemilu ini,” sebutnya.

BACA JUGA :  APS Berbau Kampanye Bertebaran, Bawaslu Banjar Gelar Rakoor Bersama Stakeholder

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar Fajeri Tamzidillah, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk melakukan mitigasi awal guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya seperti sengketa Pemilu.

1685171378910-picsay
Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar Fajeri Tamzidillah. (Foto : Rizal)

Fajeri memaparkan, seperti pada Pemilu 2019 lalu, karena ada salah satu nama yang terdapat didua Parpol serta masuk dalam Daftar Calon Sementara.

” Dan ketika dimasukkan, ternyata nama tersebut tidak memenuhi syarat, lalu dicoret, akhirnya yang bersangkutan pun merasa dirugikan, oleh karena itu, dari awal kita harus lakukan mitigasi,” tutupnya.