Perang Sinyal di Langit Iran: Starlink vs Teknologi Jamming Militer
KBK.NEWS TEHERAN – Kabar mengenai pelumpuhan Starlink di Iran memang benar terjadi dalam konteks gangguan sinyal (jamming) yang sangat masif, terutama sejak Januari 2026. Pemerintah Iran dilaporkan menggunakan teknologi militer tingkat tinggi untuk memblokir akses internet satelit tersebut di tengah gelombang protes nasional.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai situasi Starlink di Iran saat ini:
1. Penggunaan Jammer Militer
Pemerintah Iran tidak “menghancurkan” satelit di luar angkasa, melainkan melumpuhkan sinyalnya di darat. Mereka mengerahkan unit peperangan elektronik yang menggunakan perangkat jammer (pengganggu sinyal) berkekuatan tinggi.
- Cara kerja: Jammer ini membanjiri frekuensi yang digunakan Starlink dengan kebisingan elektronik (electronic noise). Akibatnya, piringan (dish) Starlink milik pengguna tidak bisa menangkap sinyal bersih dari satelit.
- Teknologi Rusia: Beberapa laporan menyebutkan Iran menggunakan teknologi militer yang diduga dipasok oleh Rusia untuk mengganggu sinyal GPS dan koneksi downlink Starlink.
2. Tingkat Gangguan yang Signifikan
Lembaga pemantau internet seperti NetBlocks melaporkan bahwa konektivitas Starlink di beberapa wilayah Iran merosot tajam.
- Gangguan dilaporkan mencapai 30% hingga 80% dari lalu lintas data normal.
- Di kota-kota besar seperti Teheran, layanan menjadi sangat tidak stabil atau bahkan mati total selama puluhan jam.
3. Respon Elon Musk dan SpaceX
Meskipun ada upaya pelumpuhan, SpaceX tidak tinggal diam:
- Akses Gratis: Per Januari 2026, Elon Musk dilaporkan telah menggratiskan biaya berlangganan Starlink bagi pengguna di Iran untuk membantu mereka tetap terhubung.
- Pembaruan Perangkat Lunak: Tim teknis SpaceX terus mengirimkan pembaruan firmware secara berkala untuk mencoba mengakali teknik jamming yang dilakukan pemerintah Iran.
4. Razia Perangkat Darat
Selain gangguan sinyal, otoritas keamanan Iran juga melakukan tindakan fisik dengan merazia dan menyita piringan Starlink dari rumah-rumah warga, karena perangkat ini dianggap ilegal dan masuk melalui jalur penyelundupan.
Meskipun Starlink dirancang untuk sulit diblokir karena tidak menggunakan infrastruktur kabel lokal, serangan frekuensi tingkat militer terbukti bisa membuat layanan tersebut menjadi sangat lambat dan tidak dapat diandalkan di area tertentu.
