KBK.News, BANJARMASIN – Ribuan warga Kalimantan Selatan dari berbagai kabupaten dan kota menggelar aksi penyampaian aspirasi damai terkait persoalan BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram, Selasa siang. Aksi yang dimotori para sopir itu juga diikuti sebagian petani, pedagang, nelayan hingga mahasiswa.

Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kalsel, Warhamni, mengatakan aksi berjalan aman, tertib dan kondusif. Aspirasi masyarakat disampaikan langsung kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalsel, jajaran TNI serta pihak Pertamina.

“Penyampaian aspirasi damai ini diikuti ribuan masyarakat Kalimantan Selatan dari berbagai kabupaten dan kota. Tadi para sopir dengan semangat menyampaikan tuntutan-tuntutan mereka terkait kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi,” ujar Warhamni.

Menurutnya, ada tiga tuntutan utama yang disampaikan massa aksi. Pertama, masyarakat meminta kemudahan mendapatkan solar subsidi. Kedua, meminta SPBU dibersihkan dari oknum-oknum yang bermain. Ketiga, meminta agar tidak ada lagi praktik pelansiran BBM subsidi yang dijual kepada pihak-pihak tertentu seperti perusahaan tambang maupun perkebunan.

Warhamni menyebut, aspirasi masyarakat mendapat respons positif dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Meski Gubernur Kalimantan Selatan tidak berhadir langsung dan diwakili Sekretaris Daerah, namun seluruh pihak disebut memiliki komitmen yang sama untuk membenahi distribusi BBM subsidi di daerah.

“Tadi Pak Kapolda diwakili Karo Ops, dari Danrem juga hadir Kolonel Didit. Semua senada bahwa tuntutan masyarakat untuk mengembalikan kemudahan mendapatkan BBM bersubsidi akan ditindaklanjuti bersama,” katanya.

Ia mengungkapkan, Kapolda Kalsel menegaskan akan menindak tegas apabila ditemukan oknum anggota kepolisian yang terlibat dalam permainan BBM subsidi. Hal serupa juga disampaikan jajaran TNI AD.

“Pak Kapolda menyampaikan kalau ada oknum anggota yang ikut bermain selama ini akan ditindak tegas. Begitu juga pihak TNI menyampaikan hal yang sama,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan disebut segera membentuk Satgas khusus guna mengawasi distribusi BBM subsidi agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan.

BACA JUGA :  Warhamni Sambut Baik Rencana Penataan Ulang Perempatan di Desa Padang Panjang

Warhamni menilai selama ini kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Banyak sopir dan masyarakat kecil merasa takut serta kesulitan saat membeli BBM subsidi di SPBU.

“Selama ini masyarakat, terutama sopir dan pengguna BBM subsidi, merasa susah dan takut. Bahkan ada yang mengeluhkan praktik premanisme, biaya parkir sampai ratusan ribu rupiah, hingga berbagai alasan lain saat ingin mengisi BBM,” ungkapnya.

Tak hanya BBM subsidi, masyarakat juga menyuarakan persoalan LPG 3 kilogram. Warhamni berharap gas melon bagi masyarakat miskin dapat diperoleh dengan mudah dan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita juga berharap masyarakat penerima manfaat bisa mudah mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga sesuai ketetapan pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap apabila distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kilogram berjalan baik, maka harga kebutuhan pokok hingga ke pelosok desa tidak lagi mengalami kenaikan yang memberatkan masyarakat.

“Harapan kita tentu daya beli masyarakat bisa kembali membaik, harga sembako terjangkau dan kebutuhan sehari-hari mudah dipenuhi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Warhamni juga menyoroti adanya isu sejumlah SPBU di Kalimantan Selatan, termasuk di wilayah Kabupaten Banjar, yang diduga menjual solar subsidi hingga Rp11 ribu per liter. Persoalan tersebut, kata dia, turut menjadi perhatian dalam aksi damai tersebut.

“Tadi juga dikritisi adanya dugaan penjualan solar subsidi sampai Rp11 ribu per liter. Pihak Pertamina menyampaikan akan mengambil langkah-langkah terkait persoalan ini,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Warhamni mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kita mengucapkan terima kasih karena kegiatan tadi berjalan lancar, aman dan tertib. Harapan kita kondisi Kalimantan Selatan tetap aman, pembangunan berjalan lancar dan masyarakat bisa hidup lebih baik,” tutupnya.