KBK.News, BANJARMASIN – Polemik mengenai arah organisasi Ikatan Nanang Galuh (INAGA) Kalimantan Selatan kembali menjadi sorotan. Mantan Nanang Galuh Kalsel yang juga pernah meraih juara 1 nasional Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2023, Rohit Rendra, menyampaikan kritik sekaligus mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan organisasi tersebut.

Dari informasi yang dihimpun KBK.News, pelantikan pengurus INAGA Kalsel akan digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026 di kawasan perkantoran pemprov Kalsel.

Rohit yang juga dikenal sebagai Juara 1 Nanang Galuh Kalsel 2022 serta pernah dipercaya sebagai Presidium Sidang, menilai sebuah wadah yang menghimpun para peserta Nanang Galuh seharusnya memiliki arah program yang jelas dan memberikan ruang bagi para anggotanya untuk berkembang setelah kompetisi berakhir.

Menurutnya, hampir setahun sejak ketua terpilih, aktivitas organisasi yang terlihat justru lebih banyak berkutat pada agenda seremonial dan menghadiri undangan formal.

“Ada yang salah arah jika sebuah wadah sekelas INAGA dibiarkan berjalan tanpa arah yang jelas selama hampir setahun. Hampir satu tahun berlalu sejak ketua terpilih, dan yang terlihat hanyalah kesibukan menghadiri undangan formal tanpa satu pun program atau kegiatan mandiri yang substansial,” ujar Rohit, dalam pernyataannya, Rabu (12/8/2026).

Ia mempertanyakan apakah keberadaan INAGA hanya sebatas menjadi ajang seremonial setelah proses pemilihan Nanang Galuh selesai.

“Apakah INAGA ini sebenarnya hanya sebatas ajang seremonial pemilihan semata?” tegasnya.

Rohit menilai, peserta Nanang Galuh semestinya tidak hanya mendapatkan pengalaman ketika berada di atas panggung saat pemilihan. Lebih dari itu, organisasi harus mampu menghadirkan kegiatan, ruang tumbuh, serta pengalaman nyata bagi para anggotanya.

“Yang paling dinanti dan diharapkan oleh peserta bukanlah sekadar lampu panggung dan selempang sesaat, melainkan kegiatan, ruang tumbuh, dan pengalaman nyata setelah kompetisi selesai. Jika orientasinya hanya berhenti di malam pemilihan, lalu buat apa susah payah ikut?” katanya.

BACA JUGA :  Heboh! Proyek Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Anggaran Fantastis Rp700 Miliar, Tetapi Upah Pekerja Telat, dan Diperkirakan Selesai Tidak Tepat Waktu

Jangan Jadi Ajang Gengsi Antar Daerah

Rohit juga mengingatkan agar INAGA tidak bergeser menjadi sekadar wadah pertunjukan gengsi maupun persaingan antarkabupaten/kota.

Menurutnya, organisasi tersebut seharusnya menjadi wadah untuk merangkul para Nanang Galuh sekaligus mengembangkan potensi sumber daya manusia di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Jangan sampai wadah ini justru bergeser fungsi menjadi sekadar ajang pertunjukan gengsi dan tendensi persaingan antarkabupaten/kota, alih-alih merangkul serta mengembangkan potensi SDM secara nyata di setiap daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan dilihat dari seberapa sering pengurus tampil dalam acara formal, tetapi dari dampak nyata yang diberikan kepada anggotanya.

“Organisasi yang sehat diukur dari dampaknya di akar rumput, bukan dari seberapa sering mereka tampil di panggung undangan,” lanjut Rohit.

Dorong Mubes dan Evaluasi Total

Sebagai bagian dari solusi, Rohit menyarankan agar dilakukan Musyawarah Besar (Mubes) untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus kepengurusan secara menyeluruh.

Menurutnya, Mubes menjadi ruang yang tepat untuk melihat kembali apakah kepemimpinan dan program yang berjalan selama ini sudah sesuai dengan aturan, tujuan organisasi, serta harapan para anggota.

“Solusi akhirnya adalah Mubes dilaksanakan serta dievaluasi total keseluruhan ketua,” tegasnya.

Ia juga memberikan catatan serius terhadap rencana pelantikan apabila proses tersebut tetap dilanjutkan tanpa terlebih dahulu menyelesaikan persoalan mendasar yang ada di dalam organisasi.

“Kalau pelantikan tetap dilanjutkan, maka ini cacat aturan,” pungkas Rohit.

Pernyataan tersebut menjadi dorongan agar persoalan internal organisasi tidak sekadar diselesaikan melalui agenda seremonial, tetapi dibawa ke forum yang lebih terbuka untuk melakukan evaluasi dan menentukan arah INAGA ke depan.