Salat Istisqa Digelar di Sabilal Muhtadin, Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Karhutla
KBK.News, BANJARMASIN — Ribuan masyarakat bersama Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, Wakil Gubernur, serta jajaran Forkopimda mengikuti Salat Istisqa di lapangan kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa (25/8/2026) pagi.
Salat yang digelar mulai pukul 07.30 Wita tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Salat Istisqa dipimpin Ustaz H Ahmad Sawiti sebagai imam. Sementara Ustaz H Ilham Humaidi atau Guru Humaidi bertindak sebagai khatib.
Gubernur Kalsel H Muhidin mengajak masyarakat di berbagai daerah untuk turut melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kekeringan dan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita berharap Allah menurunkan hujan di wilayah kita. Meski hanya beberapa daerah, tapi kita berharap yang terpenting ada hujan terlebih dulu,” ujar Muhidin usai pelaksanaan Salat Istisqa.
Muhidin mengatakan, kondisi Kalsel saat ini menghadapi tantangan minimnya pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut turut menjadi kendala dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah disiapkan pemerintah.
“Saat ini OMC agak terkendala karena awan hujannya tidak ada. Mudah-mudahan dengan Salat Istisqa ini Allah memberikan hujan di Kalsel,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel hingga 23 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.818 kejadian karhutla dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 8.620 hektare.
Tiga daerah dengan kejadian karhutla tertinggi yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut. Sementara berdasarkan luasan lahan terbakar, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan luasan tertinggi, disusul Tanah Laut dan Banjarbaru.
Saat ini, delapan kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat karhutla, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.
Sementara itu, Kabupaten Tabalong dan Tanah Laut masih dalam proses penetapan status.
Khusus Kabupaten Tanah Bumbu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan status yang berkaitan dengan kondisi kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra membenarkan bahwa pelaksanaan OMC masih terkendala kondisi atmosfer.
Menurutnya, seluruh kebutuhan teknis untuk penyemaian awan telah disiapkan. Namun, pelaksanaan OMC masih menunggu keberadaan awan hujan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.
“Saat ini masih tidak memungkinkan untuk dilakukan OMC. Penyemaian belum dapat dilakukan karena kondisi awan hujan yang memang tidak ada,” ujar Ronny.
Pemerintah berharap hujan segera turun di sejumlah wilayah Kalsel sehingga dapat membantu mengatasi kekeringan, mengurangi potensi karhutla, sekaligus menekan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat. (Masruni)
















