Kabut Asap Karhutla Mengkhawatirkan, RKP dan KAMMI Kalsel Bagikan 500 Paket Masker dan Vitamin Gratis
KBK.News, Banjarmasin – Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat mendorong Rumah Kami Peduli (RKP) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalsel turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat.
Sebanyak 500 paket masker dan vitamin gratis dibagikan kepada warga Kota Banjarmasin pada Ahad (6/9/2026) pagi, mulai pukul 07.30 WITA.
Aksi sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak paparan kabut asap, sekaligus momentum menyambut Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Koordinator RKP Kalsel, Odri Nur Qashdi, S.E., mengatakan pembagian masker dan vitamin merupakan respons kemanusiaan terhadap kondisi udara yang dinilai semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap karhutla.
“Kondisi kabut asap karhutla saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi tinggi memicu gangguan kesehatan serius seperti ISPA.
Kami dari RKP Kalsel bersama relawan turun langsung untuk memastikan warga yang harus beraktivitas di luar rumah dibekali dengan masker standar kesehatan serta vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka,” ujar Odri.
Menurutnya, jumlah 500 paket yang dibagikan juga memiliki makna khusus sebagai bentuk refleksi dan kepedulian terhadap Kota Banjarmasin yang memasuki usia ke-500 tahun.
“Di samping itu, angka 500 paket masker dan vitamin ini kami khususkan sebagai bentuk refleksi dan dedikasi untuk memperingati HUT Kota Banjarmasin yang ke-500. Di usianya yang legendaris ini, kami berharap Kota Banjarmasin dapat segera bebas dari ancaman asap dan warganya senantiasa sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KAMMI Kalsel, Muhammad Edaorrahman, S.K.M., menilai persoalan karhutla tidak cukup hanya ditangani ketika kebakaran terjadi.
Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga penanganan dampak terhadap masyarakat.
“Melihat data resmi tingginya angka kasus ISPA yang telah menembus puluhan ribu kasus di Kalsel, kita tidak boleh tinggal diam. Sebagai pemuda dan mahasiswa, KAMMI Kalsel hadir memberikan solusi konkret aksi tanggap bencana,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pihak terkait memperkuat langkah penanganan karhutla agar kualitas udara di Banjarmasin dan daerah sekitarnya kembali aman bagi masyarakat.
“Kami juga mengimbau serta mendesak seluruh pihak terkait untuk lebih tegas dalam menanggulangi titik api karhutla agar kualitas udara di Banjarmasin dan sekitarnya kembali bersih dan aman,” ujarnya.
Muhammad Edaorrahman berharap aksi tersebut dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap dampak kabut asap, khususnya terhadap kelompok rentan.
“Kami berharap langkah kecil berupa pembagian 500 masker dan vitamin gratis ini dapat menjadi pemantik semangat kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Kota Banjarmasin,” tutupnya.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu mendapat respons positif dari warga dan pengguna jalan. Pembagian masker dan vitamin menjadi bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi kabut asap karhutla yang masih menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Selatan. (Masruni)
