APPSI Kalsel Bidik Martapura Jadi Percontohan Pasar Bersih, Besiang Iwak Ikut Dibenahi
KBK.NEWS, MARTAPURA – Pasar tradisional di Kabupaten Banjar, khususnya kawasan Martapura, diproyeksikan menjadi percontohan pembenahan pasar di Kalimantan Selatan. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalsel mulai menyiapkan langkah transformasi dengan menyasar kebersihan lingkungan, kedisiplinan pedagang hingga tata kelola pasar, Selasa (13/10/2026).
Program ini tidak sekadar berfokus pada pembenahan sarana fisik, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan perilaku para pelaku aktivitas pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Ketua DPW APPSI Kalsel, Hj Helda Rina, menggandeng Rektor Universitas Achmad Yani (UVAYA) Banjarbaru, Prof Dr Ir Hastirullah Fitriah, MP, untuk mendukung rencana tersebut.
Kolaborasi ini diperkuat dengan masuknya Prof Hastirullah dalam kepengurusan APPSI Kalsel sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat memberikan masukan ilmiah dalam merumuskan sistem pengelolaan pasar yang lebih baik.
Helda menegaskan, persoalan pasar tradisional tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki bangunan atau menambah fasilitas. Pembenahan pengelola dan pembentukan kebiasaan hidup bersih juga menjadi bagian penting dari perubahan.
“Kami ingin menghadirkan kehidupan baru di pasar. Tidak ada lagi pasar yang becek, membuang sampah sembarangan atau terlihat kotor. Jika pengelolanya dibenahi dan menjadi baik, mereka pasti mampu mengarahkan perilaku atau *attitude* pedagang menjadi lebih tertib,” tegas Helda.
Besiang Iwak Jadi Perhatian
Salah satu titik yang menjadi perhatian dalam rencana pembenahan adalah area *besiang iwak*, yakni tempat pedagang membersihkan ikan.
Aktivitas tersebut membutuhkan dukungan fasilitas air dan sistem kebersihan yang memadai agar lingkungan pasar tetap terjaga, sekaligus tidak menghambat kegiatan jual beli.
APPSI Kalsel berencana mendorong penataan area tersebut, termasuk pembenahan lingkungan dan penyediaan instalasi air yang layak.
Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kebersihan dan higienitas kawasan pasar, sehingga pedagang maupun pengunjung dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
Bagi APPSI, pasar yang bersih dan tertata bukan hanya berkaitan dengan keindahan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan serta kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional.
Libatkan Akademisi, Dorong Perubahan Pola Pikir
Rektor UVAYA Banjarbaru, Prof Hastirullah Fitriah, menyatakan keterlibatannya dalam APPSI Kalsel merupakan upaya menerapkan pengetahuan lintas disiplin secara langsung untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembenahan pasar tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Kesadaran menjaga lingkungan, kedisiplinan, dan keterlibatan seluruh pihak juga menentukan keberhasilan program tersebut.
“Kita ingin mengubah *mindset* pekerja pasar. Sebagai langkah awal, kawasan Martapura di Kabupaten Banjar akan kami jadikan *pilot project* atau percontohan,” ungkapnya.
Prof Hastirullah juga menilai karakter masyarakat Martapura yang religius dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kebersihan dan kedisiplinan.
Dengan pendekatan tersebut, perubahan diharapkan tidak hanya terjadi karena adanya aturan, tetapi tumbuh dari kesadaran masing-masing individu.
Selain pedagang dan pengelola, pengalaman pekerja yang berhadapan langsung dengan persoalan kebersihan juga dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan.
Pemulung dan petugas kebersihan, misalnya, dapat memberikan masukan berdasarkan kondisi yang mereka temui setiap hari di lapangan.
Diharapkan Jadi Model Pasar Tradisional di Kalsel
APPSI Kalsel berharap pembenahan di Martapura dapat menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan pasar tradisional yang lebih baik dan diterapkan di daerah lain di Kalimantan Selatan.
Keberhasilan program tersebut nantinya diharapkan tidak hanya terlihat dari kondisi pasar yang lebih bersih, tetapi juga dari perubahan perilaku pedagang, pengelola, dan pengunjung dalam menjaga lingkungan.
Jika pasar semakin nyaman dan tertata, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional diharapkan meningkat. Dampaknya, aktivitas perdagangan serta peluang usaha bagi pedagang dan pelaku UMKM juga berpotensi berkembang.
Meski demikian, keberhasilan program percontohan ini akan sangat bergantung pada konsistensi penerapan aturan, ketersediaan fasilitas pendukung, serta komitmen seluruh pihak dalam menjaga kebersihan pasar secara berkelanjutan.
