Kabut Asap Karhutla Masih Mengancam, Satlantas Polres Banjar Bagikan Masker kepada Pengendara
MARTAPURA, KBK.NEWS – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjar.
Di sela pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026, personel Satlantas Polres Banjar turun langsung ke jalan membagikan masker kepada para pengendara yang melintas. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi kualitas udara yang terganggu akibat kabut asap.
Selain mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas, pembagian masker tersebut juga menjadi upaya mengedukasi masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan saat berkendara.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto melalui Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Agung Iswahyudi, mengatakan, dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan masyarakat dan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, kabut asap berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara sekaligus meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian masker ini merupakan bagian dari kepedulian kepolisian terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Agung menjelaskan, Operasi Patuh Intan 2026 tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menghadirkan kepedulian Polri terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap, masker yang dibagikan dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap bagi pengendara, khususnya pengguna sepeda motor yang lebih rentan terpapar polusi udara saat berada di jalan raya.
Satlantas Polres Banjar pun mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara, menggunakan masker ketika kondisi udara berasap, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara semakin memburuk.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, sembari meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya juga berkaitan erat dengan kondisi kesehatan pengendara.
