KBK.News, MARTAPURA – Persiapan pengamanan kesehatan untuk kegiatan rutin malam Senin yang berdekatan dengan momentum 5 Rajab mulai dimatangkan. Besarnya potensi kedatangan jemaah membuat kesiapan tenaga medis, rumah sakit, relawan hingga fasilitas pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama, Senin (5/9/2026).

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Senin (5/10/2026).

Rapat melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Tim Induk Sekumpul, rumah sakit, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga relawan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. H. Diauddin, mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan menghadapi tingginya mobilitas jemaah.

“Hari ini kami bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Tim Induk Sekumpul melaksanakan rapat persiapan pengamanan, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Diauddin.

Menurutnya, kegiatan rutin malam Senin yang berdekatan dengan 5 Rajab merupakan agenda tahunan yang selalu mendapat perhatian besar dari jemaah.

Kedatangan jemaah bahkan tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun provinsi lain di Pulau Kalimantan, tetapi juga dari Pulau Jawa hingga luar negeri.

“Kita tahu kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang akan dihadiri banyak jemaah. Tidak hanya dari Kalimantan, tetapi juga dari Pulau Jawa, bahkan ada yang datang dari luar Indonesia,” katanya.

Dengan potensi jumlah jemaah yang besar tersebut, Diauddin menilai pengamanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh unsur harus memiliki pembagian tugas dan koordinasi yang jelas.

Karena itu, keberadaan tenaga kesehatan, rumah sakit, PMI dan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera mendapatkan pertolongan.

Evaluasi 5 Rajab Tahun Sebelumnya

Selain membahas kesiapan tahun ini, rapat juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan kesehatan pada kegiatan 5 Rajab sebelumnya.

BACA JUGA :  Gerindra Berikan Sinyal Usung Tamliha - Diauddin, Rofiqi : Kabupaten Banjar Harus Bebas Dari Penjajahan Ekonomi

Diauddin menyebut evaluasi rutin dilakukan setiap tahun untuk mengetahui berbagai kendala sekaligus kekurangan yang masih ditemukan di lapangan.

“Kita mengevaluasi kegiatan tahun lalu. Karena ini sudah 21 tahun dan sekarang memasuki yang ke-22, tentunya kegiatan ini sudah rutin kita laksanakan,” ujarnya.

Menurut dia, pengalaman dari pelaksanaan sebelumnya menjadi modal penting untuk memperbaiki pelayanan pada tahun berikutnya.

“Setiap tahun kita melakukan evaluasi kegiatan yang kita lakukan tahun lalu, kemudian membuat catatan-catatan untuk melakukan perbaikan layanan kesehatan pada tahun yang akan datang,” jelasnya.

Jumlah SDM Mulai Dipetakan

Pada tahap awal persiapan, Dinkes Kalsel juga mulai meminta kepastian mengenai jumlah sumber daya manusia (SDM) dan relawan yang akan dilibatkan.

Pendataan tersebut dinilai penting untuk menghitung kebutuhan personel sekaligus menyesuaikannya dengan potensi jumlah jemaah dan kondisi di lapangan.

“Pertemuan pendahuluan ini kami ingin memastikan terlebih dahulu jumlah SDM dan jumlah relawan yang akan ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan,” tutur Diauddin.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, Dinkes Kalsel berharap pelayanan kesehatan pada pelaksanaan 5 Rajab nantinya dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Tak hanya memastikan tenaga kesehatan tersedia, pemetaan SDM juga diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat atau jemaah membutuhkan pertolongan medis di tengah padatnya kegiatan.

Persiapan selanjutnya akan terus dimatangkan bersama seluruh unsur yang terlibat, sehingga pengamanan kesehatan dapat berjalan maksimal seiring meningkatnya aktivitas dan kedatangan jemaah ke kawasan Martapura dan Sekumpul.