Kabut Asap Karhutla Ancam 13 Juta Jiwa, Puluhan Ribu Balita Terserang ISPA
KBK.NEWS BANJARBARU — Sebanyak 277.075 warga di 63 kabupaten/kota kini menderita ISPA akibat kabut asap karhutla. Kementerian Kesehatan memperingatkan paparan partikel halus PM2.5 makin mengancam keselamatan lebih dari 13 juta jiwa, terutama kelompok rentan dan balita.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan lebih dari 13 juta penduduk di Indonesia. Laporan PHEOC Kementerian Kesehatan RI per 11 Oktober 2026 mencatat sebanyak 277.075 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah ditemukan di 63 kabupaten/kota pada 7 provinsi terdampak. Dari total tersebut, 62.400 korban di antaranya merupakan anak-anak balita (usia 0–5 tahun).
Kemenkes memperingatkan bahwa asap karhutla mengandung racun berbahaya seperti partikel halus PM2.5, karbon monoksida, dan nitrogen dioksida. Paparan senyawa ini memicu ISPA, iritasi mata, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke. Kelompok paling rentan meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
Merespons krisis ini, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan pemerintah telah mendistribusikan 5,3 juta masker ke wilayah terdampak dan siap menambah pasokan sesuai kebutuhan. Selain membagikan masker, Kemenkes juga memperkuat sistem surveilans, fasilitas kesehatan, dan edukasi masyarakat.
Di sisi lain, data ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sangat mengkhawatirkan. Wilayah Kabupaten Katingan (1.551), Palangka Raya (1.294), dan Kabupaten Gunung Mas (1.006) di Kalimantan Tengah mencatatkan angka indeks pencemaran tertinggi dengan PM2.5 sebagai pencemar utama yang sangat berbahaya bagi paru-paru.
