KBK.NEWS, MARTAPURA — Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar semakin memprihatinkan. Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan, terutama pada pagi hari, hingga mengganggu aktivitas masyarakat, Rabu (26/8/2026).

Wilayah yang terdampak di antaranya Kecamatan Martapura, Gambut, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, serta sejumlah wilayah lainnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Kursani. Ia mengaku prihatin melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, terlebih pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Pagi hari asap sangat tebal dan sangat tercium. Tentunya ini sangat mengganggu aktivitas warga, apalagi anak-anak sekolah yang sangat rentan terhadap dampak kabut asap,” ujar Kursani.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Ia meminta agar pihak sekolah tidak hanya menerima edaran, tetapi juga diberikan kewenangan untuk mengambil langkah tegas demi melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pengajar.

“Kalau bisa, sekolah yang wilayahnya terdampak cukup parah diliburkan saja. Ini demi kesehatan anak-anak dan juga tenaga pengajar,” tegasnya.

Kursani mengakui Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran terkait kondisi kabut asap. Namun, menurutnya, situasi saat ini sudah jauh lebih parah dibandingkan ketika edaran tersebut diterbitkan.

BACA JUGA :  Patroli Karhutla di Kota Palangka Raya

“Saya tahu Disdik sudah menyebarkan edaran terkait kabut asap ini. Tetapi menurut saya perlu lebih tegas lagi, karena surat edaran sebelumnya diedarkan sebelum kondisinya separah sekarang,” katanya.

Ia menilai langkah antisipasi harus dilakukan secara cepat, khususnya terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan kualitas udara yang sudah terganggu akibat asap karhutla.

Selain itu, DPRD Kabupaten Banjar berencana memanggil Dinas Pendidikan untuk membahas langkah lanjutan terkait aktivitas pembelajaran di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.

“Kami juga rencana secepatnya akan memanggil Disdik Banjar untuk menindaklanjuti masalah ini. Seperti yang kita tahu, sampai detik ini karhutla masih berlangsung,” ungkapnya.

Kursani berharap seluruh pihak dapat mengambil langkah bersama untuk mencegah dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tetap harus menjadi prioritas di tengah kondisi darurat karhutla.

Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan atau dihentikan sementara di wilayah terdampak.