KBK.News, Banjarmasin – Keluarga korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 mendesak tim SAR gabungan mempercepat proses evakuasi terhadap korban yang diduga masih berada di dalam kabin kapal.

Muhyar (44), salah satu keluarga korban, mengatakan dirinya meyakini delapan anggota keluarganya masih berada di dalam kapal. Keyakinan itu didasarkan pada informasi bahwa keluarganya menggunakan kamar penumpang, bukan kelas ekonomi terbuka.

“Sesegera-cepatnya dievakuasi korban yang masih tertinggal di dalam kabin kapal. Keluarga saya mengambil kamar, bukan ekonomi luar. Jadi saya yakin mereka ada di dalam,” ujar Muhyar.

Ia mengatakan, hingga Kamis (17/9/2026), belum ada satu pun dari delapan anggota keluarganya yang ditemukan.

“Kalau satu ada dari pihak keluarga saya yang ditemukan hari ini, walaupun sudah almarhum, berarti mereka di luar. Sedangkan hari ini tidak ada satu pun yang ditemukan, berarti mereka di dalam kamar,” katanya.

Muhyar menjelaskan, delapan anggota keluarganya terdiri dari Muhammad Abdianur bersama istrinya Yuli, serta sejumlah kerabat lainnya.

Mereka sebelumnya melakukan perjalanan dari Banjar menuju Surabaya menggunakan pesawat untuk ziarah Wali Songo. Setelah itu, mereka memilih menggunakan kapal untuk perjalanan pulang.

Muhyar mengaku pertama kali mengetahui keluarganya berada di KM Virgo Transport 8 melalui unggahan status salah satu anggota keluarga.

“Setelah di kapal berlayar dari Surabaya kurang lebih dua jam, baru saya tahu. Saya lihat status suami ponakan saya, Abdianur. Dia di kapal, divideo,” tuturnya.

Pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 10.00 WITA, ia masih melihat status tersebut dan kondisi perjalanan kapal tampak normal.

BACA JUGA :  KRI Canopus Dikerahkan, Teknologi Drone Bawah Laut Disiapkan: Fokus ke Lokasi Badan Kapal

Namun, pada Minggu pagi, ia mendapat informasi dari grup komunikasi warga Kalimantan mengenai kapal feri yang tenggelam.

“Saya langsung bilang kepada saudara-saudara bahwa ini kapal tenggelam,” ujarnya.

Upaya menghubungi delapan anggota keluarganya setelah kejadian juga belum membuahkan hasil. Seluruh kontak belum dapat dihubungi.

Muhyar menilai proses pencarian dan evakuasi perlu dilakukan lebih cepat. Ia mengaku memahami adanya prosedur operasional standar (SOP), namun berharap prosedur tersebut tidak menghambat proses evakuasi.

“Saya tahu apa itu SOP, cuma kebanyakan SOP. Sebenarnya kalau memang ditangani, satu hari selesai,” katanya.

Menurutnya, sejak Senin seharusnya penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah dengan membagi tim berdasarkan lokasi pencarian.

“Yang di luar menangani yang terdampak di atas, tim yang satunya menangani yang di dalam. Kalau memang cepat,” ujarnya.

Muhyar juga berharap tidak terjadi saling lempar tanggung jawab dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Ia menyatakan siap apabila diberikan kesempatan mengikuti proses pencarian bersama media ke lokasi kapal, apabila akses tersebut dibuka oleh tim SAR.

“Kalau memang diajak, saya bisa ikut,” katanya.

Muhyar sendiri telah berada di sekitar Pelabuhan Trisakti sejak Minggu (13/9) sekitar pukul 11.00 WITA dan belum kembali ke rumah.

“Kami di sini sampai ketemu keluarga kami. Kami tidak pulang,” ujarnya.

Ia menegaskan akan terus menunggu proses pencarian hingga seluruh anggota keluarganya ditemukan.

“Pastinya kami di sini sampai ketemu keluarga kami,” katanya. (Masruni)