KRI Canopus Dikerahkan, Teknologi Drone Bawah Laut Disiapkan: Fokus ke Lokasi Badan Kapal
KBK.News, Banjarmasin – Tim SAR Gabungan mengubah fokus operasi pencarian korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 pada hari keempat, Rabu (16/9/2026).
Setelah sebelumnya melakukan penyisiran dengan radius yang luas di permukaan laut, operasi pencarian kini dipusatkan di sekitar lokasi kejadian, khususnya pada titik keberadaan badan kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan mengerahkan sejumlah armada laut dan udara.
“Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Karena kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas, namun sebaran korban tidak ditemukan. Kami akan lebih fokus kepada target, yaitu badan kapal KMP Virgo Transport 8,” ujar I Putu Sudayana, Rabu (16/9/2026).
KRI Canopus Dikerahkan, Teknologi Drone Bawah Laut Disiapkan
Untuk mendukung pencarian di titik prioritas, operasi SAR diperkuat unsur TNI Angkatan Laut, salah satunya melalui pengerahan KRI Canopus.
Kapal tersebut dilengkapi perangkat pemetaan bawah laut, termasuk echo sounder dan drone bawah laut yang dapat digunakan untuk mendukung pencarian di permukaan maupun bawah permukaan laut.
“Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Canopus. Kapal ini dilengkapi dengan echo sounder dan drone bawah laut yang berfungsi untuk pencarian baik di permukaan maupun bawah permukaan,” jelas Sudayana.
Namun, penggunaan drone bawah laut tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan laut di lokasi kejadian.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, angin berembus dari arah tenggara dengan arus laut menuju barat laut hingga barat daya. Sementara ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
Sebagai Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), Sudayana menyerahkan keputusan teknis terkait penggunaan peralatan bawah laut kepada tim ahli KRI Canopus setelah melakukan assessment di lokasi.
“Jadi saya selaku SMC menyerahkan sepenuhnya kepada unsur-unsur yang ada di lokasi karena unsur itulah yang mengetahui benar situasi dan kondisi yang ada saat ini di lokasi kejadian,” katanya.
Sementara itu, terkait rencana membalikkan posisi badan kapal, Basarnas menyerahkan keputusan tersebut kepada perusahaan pemilik armada.
Operasi Gabungan Diperkuat Armada Udara dan Laut
Selain pencarian menggunakan teknologi bawah laut, operasi SAR juga diperkuat melalui sinergi unsur Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB.
Di sektor udara, penyisiran dilakukan menggunakan helikopter HR 3601 Basarnas, Dauphin AS365N3+, CN-235 TNI AL, Panther HS 1310 TNI AL, serta pesawat Cessna PK-SNK BNPB.
Pesawat Cessna PK-SNK BNPB melakukan penyisiran di Sektor R dengan luas area mencapai 1.491 NM².
Sementara di jalur perairan, pencarian permukaan diperluas hingga 6.120 NM² yang terbagi dalam enam sektor. Masing-masing sektor memiliki luas sekitar 1.020 NM².
Sejumlah kapal turut disiagakan dalam operasi tersebut, di antaranya KN SAR Laksmana 241, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, serta RBB Palangkaraya.
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan memprioritaskan lokasi badan kapal KMP Virgo Transport 8, sekaligus menyesuaikan strategi operasi dengan kondisi cuaca, arus, dan gelombang di perairan lokasi kejadian.
