Nusantara Creative Walk Jadi Momentum Gekrafs Angkat Potensi Ekonomi Kreatif Banua
KBK.NEWS, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang turut menyemarakkan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 melalui rangkaian kegiatan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Senin (26/10/2026).
Perayaan yang berlangsung serentak di tujuh provinsi dan 17 negara tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah, memperluas jejaring pelaku usaha, serta membuka peluang pasar bagi produk lokal.
Ketua DPW Gekrafs Provinsi Kalimantan Selatan, Andi Fitri, mengatakan keterlibatan Kalsel dalam Hekrafnas 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Banua agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui program Nusantara Creative Walk (NCW), Gekrafs mendorong potensi dan karya kreatif dari berbagai daerah agar mendapatkan ruang promosi yang lebih luas, termasuk produk-produk unggulan dari Kalimantan Selatan.
“Melalui Nusantara Creative Walk, kami ingin potensi ekonomi kreatif Kalimantan Selatan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional. Banua memiliki banyak potensi, mulai dari kuliner khas, fesyen, kriya, hingga karya kreatif yang berangkat dari budaya dan kearifan lokal. Ini yang perlu terus kita dorong agar memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Andi Fitri.
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, inovasi, promosi, dan akses pasar yang berkelanjutan.
Karena itu, momentum Hekrafnas diharapkan dapat dimanfaatkan para pelaku ekonomi kreatif di Kalsel untuk memperluas jaringan, membangun kolaborasi, serta menciptakan peluang usaha baru.
“Kami berharap momentum Hekrafnas ini dapat menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, dan membuka peluang usaha baru. Kami ingin karya-karya anak Banua semakin percaya diri untuk tampil dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan memiliki potensi dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner khas daerah, fesyen, kriya, hingga produk kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal. Potensi tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi daerah apabila didukung inovasi, pengembangan produk, serta akses pemasaran yang lebih luas.
Keterlibatan Kalsel dalam rangkaian Hekrafnas 2026 juga menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antara komunitas kreatif, pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut penting agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hari Ekonomi Kreatif Nasional diperingati setiap 24 Oktober. Penetapan tersebut merupakan hasil perjuangan Gekrafs yang menginisiasi peringatan Hekrafnas sejak 2022. Pada 18 Oktober 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, menandatangani keputusan terkait penetapan Hekrafnas.
Memasuki tahun keempat perayaannya, Hekrafnas 2026 melibatkan tujuh wilayah, yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat. Perayaan juga diselenggarakan di 17 negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Tiongkok, dan Turki.
Di Jakarta, Gekrafs turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan bersama World Conference on Creative Economy. Salah satu agenda yang disiapkan adalah Creative Village, yang menjadi etalase produk kreatif pilihan Indonesia dan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Hotel Kempinski Jakarta dan kawasan SCBD.
Puncak perayaan Hekrafnas 2026 yang berlangsung pada 24 Oktober melalui peluncuran kekayaan intelektual (IP) terbaru Gekrafs yang akan menjadi maskot kreativitas.
Agenda ini dikemas dalam program Rekacipta Nusantara di Sampoerna Strategic Square, dengan melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, hingga subsektor lainnya.
Bagi Kalimantan Selatan, momentum Hekrafnas 2026 diharapkan menjadi dorongan untuk semakin mengangkat karya pelaku ekonomi kreatif lokal, memperkuat identitas produk Banua, dan membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan.
Selain itu, di momentum Hekrafnas, Gekrafs dan Polri resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melindungi karya, mendukung pelaku industri kreatif, dan mengawal ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia
Dengan potensi budaya, kuliner, dan kreativitas masyarakat yang dimiliki, pelaku ekonomi kreatif Kalsel diharapkan mampu mengambil bagian lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi kreatif nasional sekaligus membawa karya lokal menembus pasar yang lebih luas.
