Selasa, September 22, 2020
Beranda POLITIK Partai Gerindra kuasai DPRD Kota Banjarbaru hasil pemilu 2019

Partai Gerindra kuasai DPRD Kota Banjarbaru hasil pemilu 2019

Banjarbaru : Partai Gerindra kuasai DPRD Kota Banjarbaru hasil pemilu 2019 sebanyak 6 kursi dan berhak Mendapatkan kursi ketua DPRD, Selasa (30/4/2019).

Peta politik dan komposisi anggota DPRD Kota Banjarbaru mengalami perubahan besar pada pemilu 2019. Partai Gerindra dipastikan meraih 6 kursi dan berhak untuk posisi Ketua DPRD Kota Banjarbaru, serta menggeser dominasi Partai Golkar  selama ini.

Sekretaris  DPC Partai Gerindra Kota Banjarbaru Neni Hedriyawati menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas raihan kursi DPRD yang di pemilu 2019 ini. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari kerja keras tim dan kepercayaan masyarakat.

Neni menyatakan, perolehan kursi Partai Gerindra di DPRD Kota Banjarbaru selalu bertambah pada setiap pemilu. Pada pemilu 2009 berhasil meraih 2 kursi, 2014 raih 4 kursi dan 2019 sebanyak 6 kursi.

BACA JUGA :   Pasangan Jalur Perseorangan Andin - Guru Oton Lolos !

“Alhamdulillah perolehan suara dan kursi kita berdasarkan perhitungan sementara sebanyak 6 kursi di DPRD Kota Banjarbaru,” jelasnya.

Perolehan kursi Partai Gerindra tersebut ungkap Neni Hendriyawati, sangat membuka peluang bagi partainya untuk mengisi posisi Ketua DPRD Kota Banjarbaru.

“Insya Allah Ketua DPRD Kota Banjarbaru akan diisi dari Partai Gerindra,” ungkapnya.

Perolehan kursi Partai Golkar pada pemilu 2019 ini hanya 5 kursi dan kalah bersaing dengan Partai Gerindra, sehingga peta politik dan komposisi wakil rakyat di DPRD berubah. Sebab, selama ini selalu didominasi Partai Golkar.

Terpisah, Ketua DPD PAN Banjarbaru Emi Lasari tidak memungkiri fenomena perolehan kursi dari Partai Gerindra di DPRD Banjarbaru. Hal itu menurutnya tidak terlepas dari efek pilpres yang di Banjarbaru dan Kalael dimenangkan Prabowo.

BACA JUGA :   Rapat Paripurna Istemewa PAW DPRD Banjar Tetapkan Apriana

“Secara perolehan parpol yang mendapat efek di untungkan hanya parpol pengusung presiden. Hal ini seperti fenomena Demokrat saat SBY calon presiden,” jelasnya.

Ketua DPD PAN Banjarbari ini menyatakan, pada pemilu 2019 antusiasme masyarakat lebih besar ke pilpres. Sedangkan antusiasme untuk pileg lebih kecil dan terabaikan.

“Pileg kali ini memang paling semrawut di antara pesta demokrasi sebelumnya. Hal itu karena berbarengan dengan pilpres dan banyak hal yang secara teknis menjadi kelemahan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Bawaslu Kalsel : Pilkada Tanbu Punya Kerawanan Sosial

Berdasarkan pemetaan dari Bawaslu Kalsel, Pilkada Di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) punya kerawanan sosial yang cukup tinggi, Senin (21/9/2020). Saat ini banyak perhatian masyarakat di...

Peningkatan Protokol Kesehatan Rumah Ibadah Di Kabupaten Banjar

Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan Kalsel dan Kabupaten Banjar bersinergi mantapkan protokol kesehatan di rumah ibadah, sehingga bisa menjadi teladan di masyararakat, Senin...

Waspadai Dugaan Pelanggaran Pilkada Modus Sholat Hajad

Waspadai dugaan pelanggaran pidana pemilu dengan modus sholat hajad berjamaah saat jelang pencoblosan pilkada serentak di Kabupaten Banjar, Senin (21/9/2020). Modus shalat hajad sebetulnya bukan...

Bawaslu Banjar Persiapkan Pelaporan Pelanggaran Daring

Bawaslu Kabupaten Banjar Siap Menerima Laporan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 Secara Daring (Online), Senin (21/9/2020). Guna melibatkan peran serta masyarakat dalam mengawasi...

Recent Comments

sulingan city on Video porno atau filem porno