Senin, September 21, 2020
Beranda DAERAH Pemkab Banjar Harus Evaluasi Kerjasama Dengan BPJS

Pemkab Banjar Harus Evaluasi Kerjasama Dengan BPJS

Perjanjian Kerjasama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Dengan Pemkab Banjar Dinilai Hanya Untungkan BPJS Saja dan Lebih Baik Jamkesda dan Harus di Evaluasi (19/6/2020).

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi menilai, perjanjian kerjasama antara Pemkab Banjar dengan BPJS hanya menguntungkan  BPJS, dan sebaliknya merugikan Pemkab Banjar serta masyarakat. Untuk itu kata Rofiqi sebaiknya dilakukan evaluasi dan kalau perlu dihentikan.

Menurut Rofiqi, kerjasama antara BPJS dengan Pemkab Banjar bukanlah kerjasama yang saling menguntungkan atau mutual simbiosis. Sebab, dalam kerjasama ini hanya menguntungkan BPJS saja, dan pihak Pemkab Banjar dirugikan.

Padahal ungkap Rofiqi, kalau Pemerintah Kabupaten Banjar menjalankan Jamkesda, maka dana yang dikeluarkan lebih efektif dan efisien. Karena Pemkab Banjar hanya mengeluarkan dana anggaran paling banyak Rp 5 Miliar per tahun, tetapi kalau melalui BPJS kesehatan menjadi Rp 18 Miliar, bahkan lebih.

BACA JUGA :   Guru Khalil Di Hari Guru Nasional Sebut Siap Tambahkan Insentif Guru Honorer

“Tetapi karena peraturan pemerintah mewajibkan kita ikut BPJS Kesehatan atau JKN, sebagai warga negara pasti mengikuti. Tapi bagi saya itu merugikan, dan lebih baik dievaluasi,” jelasnya, Jumat (19/6/2020).

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan apa yang ia sampaikan bukan kepentingan pribadi atau politik, tetapi untuk kepentingan masyarakat dan menyelamatkan anggaran agar efektif dan tepat sasaran. Apalagi jaminan yang diberikan BPJS tidak pada semua jenis penyakit, sebab untuk penyakit tertenti dikembalikan kepafa daerah, seperti kanker payudara dan lainnya.

Ketua DPRD Banjar ini mengapresiasi atas langkah berani Bupati Batola, Hj Noormiliyani yang berani bersikap tegas memutus kerjasama dengan BPJS. Apalagi alasan Bupati Batola untuk pelayanan yang lebih kepada masyarakat dan tanpa BPJS, tetapi melalui Jamkesda di Batola aman- aman saja.

BACA JUGA :   Ketua DPRD Banjar Lakukan Tugas Terakhir

“Kawan-kawan tahu Bupati Batola kemarin, Ibu bupatinya menghentikan kerjasama dengan BPJS dan itu patut diapresiasi,” tegasnya

Ketua DPRD Banjar yang punya latar  belakang sarjana hukum ini menyatakan, Ia secara pribadi akan mendesak Pemkab Banjar untuk melakukan evaluasi dengan BPJS. Apalagi selama ini birokraksi atau regulasi yang digunakan BPJS terlalu berbelit-belit, sehingga pasien menjadi terlambat ditangani dan meninggal dunia.

“Berdasarkan pengalaman dan laporan masyarakat, birokrasi di BPJS itu muter seperti sirkuit F1,” pungkas Muhammad Rofiqi.

[penci_related_posts title=”Berita Menarik Lainnya Klik Saja Dibawah Ini” number=”6″ style=”grid” align=”none” displayby=”recent_posts” orderby=”random”]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Paling Hanyar ! PB NU Minta Pilkada Serentak Ditunda

Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama mengeluarkan pernyataan sikap meminta agar KPU, Pemerintah dan DPR RI menunda pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 dengan alasan pandemi...

Pembuatan Kapal Pesiar Termurah Di Dunia Ada Di Kalimantan

Pembuatan Kapal Pesiar Berkualitas Internasional Paling Murah Di Dunia Ada Di kalimantan Timur, Tepatnya Tepi Sungai Mahakam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (20/9/2020). Sejak...

Danramil Pahandut Berikan Pelatihan Pengelolaan Sampah

Danramil Pahandut, Kota Palangkaraya, Mayor Inf Heru Widodo Berikan Pelatihan Pengelolaan Sampah Kepada 30 Warga Di Aula Basara Kelurahan Pahandut, Jumat (18/09/2020). Pelatihan yang dihadiri...

Bajinguk Maniring Pamandangan Paling Langkar Di Banua

Amun Pian Handak Bajinguk Wan Maniring Pamandangan Nang Paling Langkar Wan Harat, Maka Datangi Haja Puncak Mandiangin, Ahad (20/9/2020). Amun kada suah ka Puncak Mandiangin...

Recent Comments

sulingan city on Video porno atau filem porno