Puluhan Ibu Ibu Geruduk Kantor DPRD Banjar, Tuntut PTAM Intan Banjar Tingkatkan Pelayanan

2 min read

MARTAPURA – Buntut kekecewaan terhadap kurang lancarnya pasokan air bersih dari PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar, puluhan masyarakat mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar, Kamis (10/8/2023) siang.

Tujuan kedatangan masyarakat tersebut, adalah untuk meminta pihak terkait agar meningkatkan pelayanan air bersih khususnya di komplek Graha Tembikar Permai, Fadilah 5, Cahaya Tri A, Villa Mahantas, Tembikar Asri 2, Pesona Berlian, serta wilayah terdampak lainnya.

Selain itu, kedatangan warga juga meminta agar pihak terkait bisa meninjau kembali tagihan meter pada warga yang terdampak, dan berharap agar bisa di gratiskan pembayaran selama perbaikan berlangsung.

Warga juga mengharapkan solusi jangka pendek berupa mobil tangki untuk mensuplai air secara berkelanjutan selama melakukan perbaikan sampai air bisa mengalirkan dengan lancar dan juga meminta kepada seluruh jajaran direksi PTAM Intan Banjar untuk transparan menyampaikan program pelayanan.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Banjar H Muhammad Rofiqi, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima keluhan warga terkait tidak lancarnya pasukan air bersih dari PTAM Intan Banjar.

“Kita mencari solusi bagaimana dalam tahap perbaikan para ibu ibu ini dan warga di sana digratiskan, dan sementara airnya tidak jalan PTAM Intan Banjar berjanji akan memasuk tangki,” ungkapnya.

Rofiqi juga mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Banjar akan berjanji akan mengevaluasi direksi PTAM Intan Banjar apabila dalam 5 bulan permasalahan air bersih untuk warga Tembikar dan sekitarnya tidak beres.

Ia kembali menuturkan bahwa, informasi terkait tidak lancarnya pasukan air kepada sebagian warga pelanggan PTAM Intan Banjar, dari pihak PTAM Intan Banjar bahwa Boster terlalu kecil sehingga tidak bisa maksimal dalam penyaluran air bersih.

“Kami menegaskan bahwa pihak PTAM Intan Banjar berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini dalam 5 bulan, janji adalah hutang, kita bikin kesepakatan, kalau 5 bulan tidak terlaksana maka akan kita evaluasi direksi PTAM Intan Banjar,” tutupnya.

Berita Terkait

More From Author