​KBK, MARTAPURA – Nama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mendadak jadi sorotan publik dan viral di media sosial dalam sepekan terakhir. Nyoman gencar dikaitkan dengan dugaan skandal utang-piutang hingga penerimaan commitment fee untuk proyek yang disinyalir fiktif.

​Informasi mengenai dugaan menghilangnya Nyoman marak beredar di berbagai platform digital seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Ia disebut-sebut sengaja menghindar dan tidak dapat ditemui akibat terjerat persoalan finansial serta praktik jual-beli paket pekerjaan di dinas yang dipimpinnya.

​”Informasi yang saya dapat, yang bersangkutan diduga menjanjikan proyek senilai Rp3 miliar di Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar dan sudah menerima commitment fee di awal. Namun, proyeknya ternyata fiktif. Kalau kepastian hukumnya saya belum tahu, tetapi isu itu yang berkembang kuat di luar,” ungkap salah satu aktivis LSM di Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :  Bupati Banjar H Saidi Mansyur Ingatkan Para Camat Jaga Netralitas Pada Pilkades Serentak 2022

​Tim redaksi kbk.news telah berulang kali berupaya meminta klarifikasi langsung kepada I Gusti Nyoman Yudiana. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons. Sambungan telepon tak diangkat, sementara pesan singkat via WhatsApp hanya menunjukkan status terbaca.

​Sementara itu, Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat dikonfirmasi mengenai gaduh yang melibatkan bawahannya tersebut menyatakan bahwa Nyoman telah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara mandiri.

​”Urusan pribadi, berjanji menyelesaikan,” tegas Saidi Mansyur singkat melalui pesan tertulis kepada kbk.news, Jumat (9/10/2026).