Karhutla Bakar Pipa PTAM Intan Banjar di Jalan Gubernur Syarkawi
KBK.NEWS MARTAPURA — Jaringan pipa air bersih yang melayani para pelanggan PTAM. Intan Banjar di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi terbakar akibat Karhutla dan menyebabkan kebocoran yang cukup parah.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar terus terjadi siang dan malam. Selain membakar lahan Karhutla juga sampai mengenai pemukiman penduduk, hingga membakar jaringan pipa air bersih milik PTAM Intan Banjar.
Karhutla yang terjadi pada Minggu Malam (11/10/2026) di Jalan Gubernur Syarkawi di Kecamatan Sungai Tabuk membakar jaringan pipa PTAM Intan Banjar yang di pasok dari Intake Gubernur Syarkawi. Akibat kebakaran ini pipa air PTAM Intan Banjar bocor dan terlihat jelas air menyembur keluar.
Direktur Utama (Dirut) PTAM Intan Banjar Syaiful Anwar membenarkan adanya kebocoran pipa PTAM Intan Banjar yang memasok air bersih ke wilayah Kecamatan Sungai Tabuk tersebut.
“Ya kami menerima laporan adanya kebocoran akibat Karhutla yang terjadi tadi malam hingga dinihari di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi di Kecamatan Sungai. Pasokan air bersih tetap berjalan ke pelanggan dan kebocoran segera kami perbaiki,” jelasnya, Senin (12/10/2026).
Pipa pemasok air baku dari waduk Riam Kanan dari BPAM Banjarkula juga bocor
Sementara itu saat ini kebocoran pipa air juga terjadi pada pipa air yang dikelola BPAM Banjarbakula yang menyalurkan air baku ke PTAM Intan Banjar. Kebocoran pipa air baku yang diambil BPAM Banjarbakula dari Waduk Rian Kanan menyebabkan ribuan pelanggan PTAM kesulitan air bersih.
Insiden kebocoran cukup fatal ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama PAM Intan Banjar, Syaiful Anwar. Menurutnya, kerusakan pipa yang berlokasi di pertengahan Sungai Landas (tikungan irigasi dekat jembatan) ini berdampak sangat luas terhadap layanan publik.
”Dampaknya berupa penurunan tekanan air secara drastis hingga berhentinya aliran air total kepada pelanggan,” ujar Syaiful, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Syaiful, akibat Pipa BPAM Banjarbakula nocor ini Hampir seluruh cakupan pelayanan lumpuh total, meliputi:
Seluruh wilayah pelayanan Martapura dan Banjarbaru,Landasan Ulin, Liang Anggang dan Trikora. Kemudian wilayah Tatah Belayung, Tatah Pelatar, Beruntung Baru, dan Tembikar Kanan.
