DAERAH

Keluarga Korban Heran, JPU Hanya Tuntut 3 Terdakwa Kasus Kematian Sarijan 3,5 Tahun Penjara

MARTAPURA – Tiga terdakwa kasus tewasnya kakek Sarijan (60) saat digrebek oleh Sat Resnarkoba Polres Banjar, dituntut 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banjar.

Hal tersebut disampaikan JPU Kejari Banjar saat sidang lanjutan kasus kematian Sarijan, yang digelar di Pengadilan Negeri Martapura, dengan agenda sidang berupa pembacaan tuntutan dari JPU, Rabu (4/10/2023) sore.

Kasus yang terjadi pada akhir tahun 2021 tersebut, telah menyeret tiga terdakwa, yakni Andi Setiawan, M Marzuki, dan M Taufiq Sidiq. Semuanya merupakan anggota Sat Resnarkoba Polres Banjar.

Dalam pembacaan tuntutan, ketiga terdakwa juga dihadirkan di depan hakim yang terdiri dari Wita Widyaningsih sebagai ketua, serta hakim anggota Indra Kusuma Haryanto dan Gusti Risna Mariana.

Selanjutnya JPU membacakan isi tuntutan. Salah satunya menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta terhadap kesalahannya atau kealfaannya menyebabkan orang lain mati sebagaimana diatur dalam Pasal 359 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Kemudian kedua menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan (3,5 tahun), dikurangi masa penahanan yang dijalani terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” papar jaksa saat perdangan.

Setelah tuntutan selesai dibacakan dan ketua hakim akan menutup persidangan, Mesrawi yang merupakan salah seorang keluarga korban mengacungkan tangan ingin berbicara.

Namun karena agenda persidangan hanya pembacaan tuntutan, permintaan Mesrawi tidak dikabulkan.

“Saya mewakili keluarga korban. Kami tidak menerima tuntutan 3,5 tahun itu,” ujar Mesrawi kepada KBK.News dan salah satu awak media lainnya.

Keluarga korban Alm Kakek Sarijan yang meninggal dunia saat penggrebekan, Mesrawi. (Foto : Rizal)

“Sidang tersebut tidak maksimal, karena hukum tajam ke bawah tumpul ke atas. Tidak ada keadilan untuk anak korban,” sambung Mesrawi.

Mesrawi juga mengungkit perihal perbedaan pasal yang dikenakan. Sebelumnya dalam penyidikan, ketiga terdakwa dikenakan Pasal 338 KUHP atau Pasal 351 KUHP.

“Kenapa pasal tersebut berubah dalam persidangan? Padahal dalam penyidikan, dikenakan Pasal 338 dan 351,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Sarijan yang merupakan seorang target operasi narkoba, tewas dalam penggerebekan yang dilakukan 29 Desember 2021 di RT 03 Desa Pemangkih Baru, Kecamatan Tatah Makmur.

Dari enam Polisi Sat Resnarkoba yang ikut dalam penggerebekan tersebut, tiga polisi di antaranya menjadi terdakwa di persidangan.

Rizal News

Recent Posts

Polda Kalsel Resmi Pindah Markas ke Banjarbaru

KBK.News, BANJARBARU - Polda Kalsel menggelar upacara perpindahan Markas Komandan, upacara tersebut ditandai dengan berpindahnya… Lanjutkan Membaca

28 menit ago

Mulai Besok Jamaah Haji Asal Kalsel Pulang Ke Tanah Air

KBK.NEWS, MADINAH - Mulai besok jamaah haji Kalsel gelombang pertama debarkasi Syamsudin Noor Banjarmasin pulang… Lanjutkan Membaca

3 jam ago

Karhutla Mulai Terjadi di Wilayah Tumbang Nusa Kalteng

KBK.NEWS, PULANG PISAU - Ancaman Karhutla mulai terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) kebakaran terpantau di… Lanjutkan Membaca

4 jam ago

Piala Eropa, Gol Bunuh Diri Italia Loloskan Spanyol

KBK.NEWS, GELSENKIRCHEN - Gol bunuh diri bek Italia, Riccardo Calafiori di menit ke-55 pastikan Timnas… Lanjutkan Membaca

7 jam ago

HM Iqbal : Penanganan Stunting di Kabupaten Banjar Belum Maksimal Karena Kurang Koordinasi Antar Instansi

KBK.News, MARTAPURA - Beberapa instansi yang melakukan penanganan stunting di Kabupaten Banjar dianggap kurang kerjasama… Lanjutkan Membaca

10 jam ago

Besok, Markas Polda Kalsel Secara Resmi Akan Pindah ke Banjarbaru

KBK.News, BANJARBARU - Besok, Jumat (21/6/2024) seluruh Anggota Polda Kalsel akan berkantor di Markas yang… Lanjutkan Membaca

1 hari ago