Mampu Jatuhkan 15.000 Liter Air per Sorti, Australia Turunkan Pesawat C-130 Padamkan Karhutla Kaltim
BALIKPAPAN, KBK.NEWS — Pemerintah Australia mengerahkan bantuan armada udara satu unit pesawat pengebom air (water bombing) tipe C-130 Large Air Tanker untuk membantu percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Timur, Jumat (6/11/2026).
Operasi udara resmi dimulai pada Jumat (6/11/2026) dengan menerbangkan satu unit pesawat pengebom air (water bombing) tipe C-130 Large Air Tanker milik NSW Rural Fire Service. Pesawat berkapasitas 15.000 liter air ini didukung satu pesawat pengarah Cessna Citation serta 20 personel spesialis penerbangan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengonfirmasi bahwa penerbangan perdana armada bantuan Pemerintah Australia tersebut difokuskan untuk mengguyur titik api di kawasan Makroman, Samarinda, dan wilayah Santan yang diperkirakan mencakup area terdampak seluas 40 hingga 50 hektare.
”Satu pesawat water bombing bantuan Kedubes Australia baru saja kita lepas menuju Makroman. Dukungan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 6 hingga 12 November 2026,” ujar Seno di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan, Jumat (6/11/2026).
Seno menambahkan, pemadaman diprioritaskan untuk titik-titik krusial di Kaltim. Kendati demikian, jika kondisi titik api di Kutai Barat dan Berau membaik serta wilayah Kaltim sudah terkendali, armada bantuan akan diperbantukan ke titik karhutla di Kapuas, Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Minister Counsellor for Humanitarian and Human Development Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, menyebut pesawat C-130 disiagakan untuk melayani hingga enam sorti penerbangan per hari selama periode pemadaman.
”Operasi ini merupakan wujud kemitraan strategis dan hubungan saling percaya antara Australia dan Indonesia dalam penanganan bencana,” kata Tim.
Ia mengingatkan, kerja sama pemadaman kebakaran kedua negara telah terjalin lama. Indonesia sebelumnya pernah mengirimkan personel penanggulangan bencana saat Australia dilanda karhutla hebat pada 2020, sebaliknya Australia juga membantu mengatasi karhutla di Sumatra pada 2015.
Pemprov Kaltim mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap pengerahan armada khusus dari Australia ini dapat segera memadamkan seluruh titik panas (hotspot) yang masih membakar kawasan hutan dan lahan di Kaltim.
