Project Berdampak Baik dan IKA Duta Bahasa Kalsel Kenalkan Bahasa Isyarat di Panti Asuhan
KBK.News, BANJARMASIN – Project Berdampak Baik berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Duta Bahasa Kalimantan Selatan (IKA Duta Bahasa Kalsel) mengenalkan bahasa isyarat kepada anak-anak Panti Asuhan Banua Berkah dan relawan melalui kegiatan Project #02 – Teman Belajar: Edisi Bahasa Isyarat, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang komunikasi inklusif sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap teman Tuli.
Direktur Project Berdampak Baik, Ahmad Ryan Tryantama, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar untuk mengenalkan cara berkomunikasi yang berbeda sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya kesetaraan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak dan volunteer mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal bahasa isyarat sekaligus belajar memahami teman-teman Tuli. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan empati dan menyadarkan kita bahwa setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda, tetapi tetap memiliki hak yang sama untuk didengar dan dipahami,” ujar Tama.
Kegiatan ini turut melibatkan teman-teman Tuli dari Dewan Pengurus Daerah Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (DPD GERKATIN) Kalimantan Selatan.
Kehadiran mereka memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar bahasa isyarat dasar sekaligus berinteraksi langsung dengan komunitas Tuli.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan relawan dan pembagian kelompok pendampingan. Peserta kemudian mengikuti pengenalan bahasa isyarat dasar, mulai dari salam, perkenalan diri hingga ungkapan sehari-hari.
Pembelajaran dilanjutkan dengan praktik bahasa isyarat, permainan tebak bahasa isyarat, serta tantangan “Tanpa Suara”. Melalui aktivitas tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menyampaikan pesan dengan cara yang sesuai serta menyesuaikan komunikasi dengan lawan bicara.
Selain sesi pembelajaran, kegiatan diisi dengan makan bersama, berbagi pengalaman, dan permainan interaktif yang melibatkan anak-anak panti asuhan, relawan, serta teman-teman Tuli.
Acara ditutup dengan sesi Pohon Harapan, yang menjadi ruang bagi peserta untuk menuliskan harapan mereka.
Melalui kolaborasi ini, Project Berdampak Baik dan IKA Duta Bahasa Kalsel berharap pengenalan bahasa isyarat dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai komunikasi inklusif dan mendorong interaksi yang lebih setara dengan komunitas Tuli.
Kegiatan tersebut juga menjadi upaya menanamkan nilai empati sejak dini, bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukanlah penghalang untuk saling memahami dan membangun hubungan sosial yang setara. (Masruni)
