Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Driver Ojol yang Ditipu Lalu Dikalungi Borgol, Ini Kronologisnya !

BANJARBARU – Telah viral, tersebar sebuah video berdurasi 1 menit 13 detik di media sosial pengendara Ojek Online (Ojol) yang telah dibentak oleh pihak keamanan di salah satu restoran di Kota Banjarbaru, Kamis (8/6/2023).

Setelah ditelusuri oleh KBK.News, ternyata pengendara Ojol tersebut adalah Ahmad Humaidi, warga Desa Tambak Anyar Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar dan Pemborgol adalah SB (Inisial), yang merupakan penjaga malam di Jalan Karang Anyar, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.

Dan saat dikonfirmasi kepada Humaidi, kejadian tersebut terjadi pada Rabu, (7/6/2023) sekitar pukul 19.00 Wita, di salah satu rumah makan di Jalan Karang Anyar, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

” Sebelumnya, saat itu saya sedang mangkal di Bundaran Banjarbaru, lalu saya mendapat order delivery, katanya minta ambilkan uang keterangan nya begitu saja, sebelum saya berangkat saya tanya dulu uang apa, namun tidak ada jawaban,” ujar Humaidi.

Lalu, Lanjut Humaidi, costumer pun menjawab dengan ” minta tolong ambilkan uang di salah satu rumah makan di Jalan Karang Anyar Banjarbaru katanya, perlu cepat,” kata Humaidi menjelaskan bagaimana isi percakapan di aplikasi ojol.

Karena costumer perlu cepat, Humaidi pun dengan perasaan berprasangka baik langsung meluncur ketempat yang telah ditentukan.

” Lalu, si costumer (penipu) ini bilang kalau saya sudah sampai disana telepon saja, lalu suruh kasirnya bicara sama costumer saya (penipu), katanya gitu,” bebernya.

Setelah Humaidi sudah sampai didepan rumah makan di Jalan Karang Anyar, Banjarbaru, ia pun menelpon kembali si pengorder untuk menyatakan dirinya sudah sampai di lokasi dan menanyakan apa yang harus dilakukan Humaidi selanjutnya.

” Katanya saya langsung disuruh masuk saja, ke kasir, setelah itu saya masuk dan saya matikan terlebih dahulu telepon nya. Nah, lalu saat saya masuk ke resto tadi, saya langsung ditanya sama SB pemborgol leher saya itu,” ucap Humaidi.

“Mau apa ?,” ujar SB, berdasarkan pengakuan Humaidi.

” Setelah itu saya langsung kekasir untuk memberikan bukti chat orderan dari pengorder, dan saya saat itu tidak sadar bahwa SB sedang memanggil saya,” lanjutnya.

Lalu, lanjut Humaidi, dirinya pun ditahan oleh SB (pihak keamanan di area rumah makan), dan dirinya mengaku sudah berusaha menjelaskan apa yang sedang dilakukan nya.

” Belum menjelaskan apa apa saya langsung diborgol oleh pihak keamanan disana, padahal saya sudah menunjukan bukti ordernya, namun mereka tetap tidak menghiraukannya, bahkan mendokumentasikan kejadian tersebut” ujar Humaidi, Kamis (8/6/2023) siang kepada KBK.news.

” Tidak berselang lama, ternyata ada yang menyebarkan video dengan narasi saya sebagai penipunya, atas perlakuan SB dan atas tersebarnya video yang memfitnah saya sebagai penipu, sampai ibu saya sakit karena kepikiran, saya pun akan mengambil langkah hukum,” lanjutnya lagi.

Klarifikasi dari pihak rumah makan

Sementara itu, dari pihak rumah makan, Norma selaku karyawati di rumah makan tersebut mengakui bahwa video tersebut telah direkam oleh rekan kerja nya ber inisal DL.

” Alasan mengambil video tersebut adalah untuk dikirimkan ke atasan kami sebagai bukti, namun untuk yang menyebarkan video tersebut bukan dari pihak kami,” tegasnya.

Saat ditanya mengapa mendokumentasikan video tersebut, dirinya menjawab karena sebelumnya juga pernah ada kasus penipuan serupa, bahwa pihaknya pernah menerima pesan seperti itu.

” Disuruh bayar iuran selama 3 bulan, ternyata yang menagih itu bukan dari pihak keamanan disini, untuk pengirim pesan, kami tidak tau siapa, foto profil tidak dikenali, dan mengatas namakan Herman,” jelasnya.

” Kalau paman yang jaga disini bukan itu nama nya ,jadi kami langsung menyangkal bahwa itu bukan pihak keamanan disini. Oleh karena itu, paman SB ini pun langsung mengirim pesan ke Driver ojol (Humaidi),” jelasnya lagi.

Isi pesan dari Herman (penipu), sebut Norma, yakni ” ka mau minta iuran selama 3 bulan kedepan, soalnya kata beliau buat biaya rumah sakit,” sebutnya.

” Sama si abang ojolnya juga katanya kan alamatnya dirumah sakit pas ditanyain,” ujar Norma.

Kalau nominal yang ditagih, sebut Norma, untuk tiga bulan Rp 300 ribu.

” Lalu kata Herman (si penipu) mau mengambil uang iuran tersebut, dan uangnya dititipkan kepada Ojol (Humaidi) ,dan diserahkan kepada ojol. Dan dia mengatakan ojol sudah disuruh untuk mengambil uang ke rumah makan,” bebernya.

Sebelumnya, tambah Norma, sudah pernah kejadian serupa, dan pihaknya telah memberikan uang. Sesudah dikasih uang, baru dirinya melaporkan ke atasannya.

” Dan ternyata yang dikasih bukan orang yang penjaga malam disini, makanya agar tidak terulang lagi, kami laporan terlebih dahulu sebelum mengasih,” tuturnya.

Klarifikasi dari SB (pemborgol leher Humaidi)

Oleh karena itulah SB pada saat itu langsung menahan Humaidi, disaat dirinya mengetahui bahwa Humaidi sedang mendapat order dari penagih uang keamanan.

” Jadi penagih uang keamanan itu minta uang 3 bulan kedepan itu, saya juga mengetahui bahwa si ojek itu adalah suruhan saya kan cuma menggertak saja supaya jangan mau lagi disuruh seperti itu ,” pungkas SB saat diamankan oleh pihak Polres Banjarbaru.

Hingga berita ini ditulis Jum’at (9/6/2023), KBK.news masih belum mengetahui bagaimana proses yanh terjadi, namun yang diketahui sebelumnya telah dilakukan mediasi oleh Polres Banjarbaru yang mempertemukan Humaidi dengan terlapor, untuk upaya damai.

Mungkin Anda Menyukai