TANJUNG, KBK.NEWS – Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mulai melandai sepanjang Oktober 2026. Dibandingkan bulan sebelumnya, frekuensi karhutla mencatatkan penurunan hingga 40 persen.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, tercatat 83 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 231,8 hektare pada September 2026. Angka tersebut menyusut pada Oktober menjadi 51 kejadian dengan luas area terbakar sekitar 109,4 hektare.

​Penurunan intensitas karhutla ini dipengaruhi oleh mulai turunnya hujan di wilayah Tabalong dan sekitarnya. Selain faktor cuaca, tingginya angka luas kebakaran pada September lalu juga dipicu oleh satu insiden karhutla skala besar di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Bintang Ara, yang menghanguskan lahan hingga 87,7 hektare.

​Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, membenarkan adanya penurunan tren karhutla tersebut seiring mulai masuknya curah hujan.

​”Alhamdulillah, eskalasi karhutla sudah mulai melandai karena beberapa kali turun hujan, baik di Tabalong maupun daerah lain di Kalsel. Selain menekan karhutla, kondisi ini juga membantu kita mengantisipasi kekeringan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Haris.

BACA JUGA :  TNI - Polri Sinergi Perkuat Penanganan Karhutla di Banjarmasin

​Kendati trennya menurun, beberapa titik api masih terdeteksi sepanjang Oktober. Kasus menonjol di antaranya terjadi di wilayah Padang Panjang dengan luas area terbakar 20,5 hektare serta Kembang Kuning seluas 12,5 hektare.

​BPBD Tabalong pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan titik api. Warga juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah timbulnya titik kebakaran baru.

Sumber : TV Tabalong