Kamis, April 22, 2021
Beranda blog Halaman 3

Diduga Bersikap Pasif Atas Maraknya Modus Politik Uang Bawaslu Kalsel Dilaporkan

Denny Indrayana Lapor Ke Bawaslu RI
Denny Indrayana Lapor Ke Bawaslu RI

Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana laporkan Bawaslu Kalsel, karena dinilai bersikap pasif atas maraknya modus dugaan politik uang dan curang jelang PSU Pilgub Kalsel, Senin (12/4/2021).

Kedatangan Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut untuk menyampaikan sejumlah dugaan kecurangan, seperti maraknya politik uang. Misalnya melalui berbagai modus di daerah yang akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan yang digelar pada 9 Juni 2021 nanti.

Denny Indrayana Bongkar Modus Dugaan Politik Uang dan Curang Jelang PSU Pilgub Kalsel
Denny Indrayana Bongkar Modus Dugaan Politik Uang dan Curang Jelang PSU Pilgub Kalsel

Prof Denny Indrayana diterima oleh Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo beserta jajarannya. Haji Denny pada pertemuan ini mengungkapkan banyaknya dugaan kecurangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini, dan emakin membahayakan demokrasi. Misalnya, menggunakan modus pembagian bakul berisi sembako, dan yang diganti dengan modus THR, parsel, dan zakat fitrah atau zakat maal.

Selain itu,ungkap Calon Gubernur Kalsel ini ada juga modus memborong barang dagangan disertai pembagian uang kepada warga.

“Kami juga menemukan fakta pelibatan aparat pemerintahan, dari level kepala dinas sampai level kepala desa dan Ketua RT-RW yang digaji Rp2,5 juta, kemudian Kepala Desa digaji sebesar Rp5 juta per bulan untuk menggalang suara pemilih. Dan ini sangat sistematis dan massif sekali,” urainya.

Denny juga menyebutkan, bahwa ada modus berupa penempelan sticker bertanda khusus di rumah-rumah warga sebagai kamuflase pendataan pemilih yang ujungnya dipergunakan untuk data pembayaran politik uang.

“Jadi tiap rumah didata, dibayar Rp100 ribu untuk ditempeli striker, kemudian nanti akan ada lagi pembagian berikutnya yang besarnya sekitar Rp500 ribu saat menjelang pemilihan,” tegasnya.

Modus selanjutnya, kata dia lagi, adalah berupa sholat hajat dan ibadah lainnya yang diikuti dengan pembagian uang.

Pria kelahiran Kotabaru Kalsel ini menyayangkan sikap Bawaslu Kalsel yang seolah abai terhadap fakta-fakta yang menjadi rahasia umum di masyarakat dan tidak melakukan tindakan pencegahan maupun penindakan. Padahal praktik ini merugikan bagi demokrasi, terutama dirinya yang ingin mengedepankan politik jujur dan adil.

“Bawaslu selayaknya tidak pasif menunggu laporan, tetapi harus pro aktif melakukan temuan, misalnya dengan turun ke lapangan. Kami juga mengingatkan, sanksi politik uang ini selain pidana juga ada sanksi diskualifikasi sehingga praktik-praktik haram ini harus segera dihentikan” tutup mantan Ketua Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM ini.

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Denny Indrayana Bongkar Modus Politik Uang Dan Curang PSU Pilgub Kalsel Ke Bawaslu RI

Denny Indrayana Bawa Bukti Dugaan Pelanggaran TSM
Denny Indrayana Bawa Bukti Dugaan Pelanggaran TSM

Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana dijadwalkan hari ini ke  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan bongkas modus politik uang dan curang, Jakarta, Senin (12/4/2021).

Kedatangan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia tersebut untuk melaporkan sejumlah dugaan kecurangan dan maraknya politik uang dengan berbagai motif di daerah yang menjadi diselenggarakannya Pemungutan Suara Ulang Pilgub Kalimantan Selatan yang digelar pada 9 Juni 2021 nanti.

“Iya, insya Allah jam 10 nanti saya ke Bawaslu,” kata Denny Indrayana ketika dihubungi via ponselnya, Senin pagi.

MARHABAN YA RAMADAN 1442 H

Denny menyebut sejumlah motif politik uang terjadi. Sayangnya, kata dia, Bawaslu Kalsel tidak terlihat berupaya untuk mencegah sehingga pihaknya memilih melaporkan ke Bawaslu RI.

“Seperti dibiarkan saja, seperti tahu sama tahu. Ini kan sangat merugikan bagi demokrasi kita, terutama kami yang ingin mengedepankan politik jujur dan adil,” tambahnya.

Ditambahkan, kecurangan yang terjadi dalam beberpa waktu terakhir ini semakin serius. Yaitu berupa Pembagian bakul berisi sembako, yang akan bersalin rupa menjadi THR, parsel, dan zakat fitrah/zakat mall.

MARHABAN YA RAMADAN 1442 H
MARHABAN YA RAMADAN 1442 H

Selain itu, imbuh dia, juga Modus memborong barang dagangan disertai pembagian uang kepada warga;

“Kami juga menemukan fakta pelibatan aparat pemerintahan, dari level kepala dinas sampai level kepala desa dan Ketua RT-RW yang digaji Rp2,5 juta, kemudian Kepala Desa digaji sebesar Rp5 juta per bulan untuk menggalang suara pemilih. Dan ini sangat sistematis dan massif sekali,” urainya.

Denny juga menyebutkan bahwa ada modus berupa Penempelan sticker bertanda khusus di rumah-rumah warga sebagai kamuflase pendataan pemilih yang ujungnya dipergunakan untuk data pembayaran politik uang.

“Jadi tiap rumah didata, dibayar Rp100 ribu untuk ditempeli striker, kemudian nanti akan ada lagi pembagian berikutnya yang besarnya sekitar Rp500 ribu saat menjelang pemilihan,” tegasnya.

Modus selanjutnya, kata dia lagi, adalah berupa sholat hajat dan ibadah lainnya yang diikuti dengan pembagian uang.

“Kami berharap Bawaslu RI melakukan langkah-langkah nyata dan menegakan aturan dengan benar dan adil, mengingat Bawaslu Kalsel tidak melakukan tindakan pencegahan maupun penindakan dan seolah melakukan pembiaran, padahal tidak sulit mengidentifikasi modus-modus tersebut,” pungkasnya.

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Tidak Cerdas Bermedia Sosial Pemuda HST Dijemput Polisi

Pemuda HST Dijemput Polisi Gegara Medsos
Pemuda HST Dijemput Polisi Gegara Medsos

Pelajaran berharga, akibat tidak cerdas bermedia sosial seorang pemuda berinisial MY terduga pelaku ujaran kebencian dijemput polisi untuk diminta keterangan, Minggu (11/4/2021).

Pemilik akun Facebook Utuch Gerhana tak berkutik ketika pihak polisi di jajaran Polres HST berhasil melacak pemilik sebenarnya akun FB ini adalah MY. Pemuda ini selanjutnya digelandang untuk mempertanggungjawabkan komentarnya di FB yang berisi ujaran kebencian atas kasus tenggelamnya Bripka Mashudin saat akan menangkap DPO.

MARHABAN YA RAMADAN 1442 H

MY sebagai pemilik akun Facebook dinilai menulis ujaran kebencian dalam memberikan komentarnya atas gugurnya Bripka M Mashudin dalam bertugas saat pengejaran DPO di Sungai Martapura.

Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto melalui Pa Paur Subag, Aipda M Husaini mengatakan, pelaku dijemput anggota Polsek Labuan Amas Selatan di kediamannya di Desa Panggang Marak, Minggu (11/4/2021).

“Anggota Polsek melakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya,” jelasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, kata Husaini, masalah diselesaikan dengan pendekatan restorative justice.

” MY diminta membuat surat permohonan maaf dan pernyataan tidak mengulangi lagi. MY juga bersedia menyampaikan permohonan maaf di media sosial dengan video,” tegasnya.

Atas peristiwa ini, beber Aipda M Husaini, Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto mengimbau kepada masyarakat untuk bijaksana dalam bermedia sosial.

Sementara, diketahui kicauan MY di Akun facebook atas nama Utuch Gerhana telah menulis ujaran kebencian.

“Aku katuju haja manusia yang kaya Buser tu matinya kaya itu. Ibaratnya di hadapan ku gin larutnya, kada ku hakun manulung. Pehatian Buser ni bilang bejat banar. Menyiksa manusia kaya manyipak binatang……” (Dalam bahasa Banjar).

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Gugur Dalam Tugas Bripka Mashudin Diusulkan Naik Pangkat Luarbiasa

Bripka Mashudin Polsek Banjarmasin Tengah
Bripka Mashudin Polsek Banjarmasin Tengah

Bripka Mashudin anggota Polsek Banjarmasin Tengah yang gugur dalam tugas dimakamkan dalam sebuah upacara dan diusulkan kenaikan pangkat luarbiasa, Minggu (11 /4/2021).

Jajaran Polresta Banjarmasin sedang berduka, Bripka Mashudin yang sedang menjalankan tugas pengayoman masyarakat gugur. Almarhum Bripka dimakamkan dalam sebuah upacara penghormatan.

Wakapolresta Banjarmasin AKBP Sabana Atmojo mengatakan, atas nama seluruh jajaran kepolisian, turut berbela sungkawa atas gugurnya Bripka Mashudin saat menjalankan tugas.

“Bripka Mashudin ini meninggal saat menjalankan tugas menangkap pelaku DPO, kepada keluarganya kami ucapkan turut belasungkawa,” jelasnya, Minggu (11/4/2021).

Wakapolresta Banjarmasin ini juga mengungkapkan, berdasarkan catatan, almarhum Bripka Mashudin mempunyai dedikasi dan jiwa patriot tinggi, sehingga pihaknya berencana akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa.

“Beliau ini melindungi dan memberikan pengayoman kepada masyarakat itu sangat tinggi. Beliau sampai rela mengorbankan nyawanya. Tentunya ini sangat kita apresiasi kita akan ajukan kenaikan pangkat luar biasa dan akan segera kita ajukan,” pungkas AKBP Sabana.

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Sambut Bulan Suci Ramadan Syaifullah Tamliha Bagikan Ribuan Paket Sembako

Sambut Bulan Suci Ramadan 1442 H, Anggota MPR dan DPR RI Syaifullah Tamliha bagikan ribuan paket sembako di Kalimantan Selatan, Minggu (11/4/2021).

Seperti tahun-tahun sebelumnya pada setiap memasuki Bulan Suci Ramadan anggota DPR RI Dapil Kalsel 1 ini memberikan bantuan ribuan paket sembakokepada masyarakat, khususnya yang akan menunaikan ibadah puasa. Bantuan paket sembako disebar di Dapil Kalsel 1, yakni meliputi Kabupaten Banjar, Batola, HSS, Tapin, HST, HSU, Balangan, dan Kabupaten Tabalong.

Bantuan paket sembako ini terlihat mulai disalurkan di wilayah Kota Martapura, Kabupaten Banjar. Paket bantuan sembako dari Syaifullah Tamliha ini diantaranya berisi, beras, susu kental manis, syirup dan lainnya.

Anggota DPR dan MPR RI Syaifullah Tamliha Bagikan Paket Sembako Ramadan
Anggota DPR dan MPR RI Syaifullah Tamliha Bagikan Paket Sembako Ramadan

Syaifullah Tamliha ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan, bahwa ia telah menyalurkan sebagian rejekinya kepada masyarakat di Kalsel tersebut. Ia juga mengungkapkan tidak berhadir untuk penyerahan paket bantuan sembako, karena sedang melakukan tugas sebagai legislator DPR RI ke Jawa Barat.

“Saya saat ini sedang Kunker Komisi 1 ke Jabar sampai dengan Tanggal 15 April, sementara puasa dimulai Hari Selasa,” jelasnya.

Karena sedang bertugas tersebut, kata Ketua DPP PPP ini, pembagian paket sembako tidak perlu harus menunggu kehadirannya di Kalsel.

“Kasihan masyarakat, DPC, PAC dan Ranting PPP yang sangat membutuhkan sembako untuk sahur dan berbuka puasa kalau hanya menunggui saya datang. Mereka harus diutamakan agar khusu’ dalam menunaikan ibadah puasa. Insha Allah Paket sembako tersebut diperkirakan cukup untuk memasak selama 1 bulan,” tegas Syaifullah Tamliha.

Paket Bantuan Sembako Ramadan Dari Syaifullah Tamliha
Paket Bantuan Sembako Ramadan Dari Syaifullah Tamliha

Terpisah, Amiruddin, Staf Syaifullah Tamliha yang bertugas di lapangan untuk membagikan paket sembako mengungkapkan, bahwa pada Hari ini pihaknya membagikan 2000 lebih paket sembako di Kabupaten Banjar.

“Untuk hari ini kami langsung membagikan kepada masyarakat, dan Pengurus PPP hingga ke tingkat desa. Ada 2000 lebih paket sembako yang kami salurkan. Kami juga akan membagikan paket bantuan sembako Pak Syaifullah Tamliha ke seluruh Dapil Kalsel 1 secara bertahap,” pungkas Amiruddin.

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Jenazah Bripka Mashuddin Yang Gugur Dalam Tugas Ditemukan

Jenazah Bripka Mashuddin, anggota Polsek Banjarmasin Tengah yang tenggelam di Sungai Martapura ketika bertugas menangkap buronan kasus penganiayaan berhasil ditemukan, Minggu (11/4/2021).

Upaya pencarian dan penyisiran terhadap korban tenggelam di Sungai Martapura akhirnya membuahkan hasil. Tadi pagi sekitar Pukul 05.44 Wita jenazah Bripka Mashuddin berhasil ditemukan oleh relawan dan regu penolong, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Sebelumnya Bripka Mashuddin anggota Buser Polsek Banjarmasin Tengah  bersama rekanan sedang memburu buronan kasus penganiayaan berinisial F. Informasi yang didapat F sedang berada di dermaga yang tidak jauh dari Pos Polisi Sudimampir.

Menurut keterangan Wakapolresta Banjarmasin AKBP Sabana Atmojo,  ketika akan ditangkap oleh Bripka M, buronan berinisial F melakukan perlawanan dan akhirnya keduanya terjatuh ke Sungai Martapura dan tenggelam.

Foto : istimewa

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Luarbiasa Putri Tidur Terbangun Pasca Kunjungan Pj Gubernur Kalsel

Pasca mendapat kunjungan orang nomer satu PJ Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA, si putri tidur Echa terbangun setelah tertidur selama 9 hari, Sabtu (10/4/2021).

Echa penderita hypersomnia yang viral akibat sering tidur panjang dan diberi julukan sebagai Putri tidur akhirnya terbangun dari tidur lelapnya selama 9 hari. Uniknya, Echa terbangun Pasca mendapat kunjungan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA.

MARHABAN YA RAMADAN 1442 H

Kabar gembira bangunnya Echa, disampaikan orangtua Echa, ibu Lily. Menurutnya, Echa sudah bisa terbangun dari tidur lelapnya, meski masih dalam kondisi tubuh yang lemas.

“Alhamdulilah, Pasca mendapat kunjungan Pak Gubernur, putri saya Echa sudah bisa bangun,”ujarnya.

Lily mengungkapkan, ia menduga, Echa merasa khawatir, bahkan takut jika diberi penanganan medis ke rumah sakit, karena itu ia memaksakan diri agar bisa bangun dari tidur lelapnya.

“Tolong disampaikan kepada Bapak Pj Gubernur terima kasih kami, sebab berkat kehendak Allah SWT melalui kedatangan sidin dan rombongan, putri kami, Echa bisa bangun,” tuturnya.

MARHABAN YA RAMADAN 1442 H
MARHABAN YA RAMADAN 1442 H

Sebelumnya, rombongan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA bersama sang Istri , mengunjungi kediaman Echa di Jalan Pangeran Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (9/4/2021).

Pj Gubernur Kalsel ini punya simpati yang luarbiasa atas nasib Echa ini. Untuk itu, Safrizal menyatakan akan membentuk tim khusus untuk membantu agarpenyakitnya bisa disembuhkan.

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Polisi dan Buruannya Tenggelam Di Sungai Martapura Pencarian Terus Dilakukan

Pencarian dan penyisiran anggota polisi yang tenggelam bersama buruannya di Sungai Martapura terus dilakukan, bahkan malam ini secara besar – besaran, Sabtu (10/4/2021).

Tim SAR Basarnas bersama relawan dan regu penolong masih mencari Anggota Tim Buser Polsek Banjarmasin Tengah Bripka M dan F buronan kasus penganiayaan. Untuk menemukan 2 korban tenggelam ini, malam ini akan dilakukan penyisiran besar-besaran di lokasi sekitar tenggelam.

Jumat, sekitar Pukul 20.00 Wita malam, Bripka M dan F buronan kasus penganiayaan terjatuh ke Sungai Martapura di belakang Pos Polisi Sudimampir, Banjarmasin. Keduanya diduga tenggelam akibat kuatnya arus air sungai di lokasi tersebut.

Upaya pencarian dilakukan dengan melibatkan Tim SAR Basarnas, BPBD Kota Banjarmasin dan sejumlah relawan regu penolong di Banjarmasin.

“Sejak kemarin malam kami dari BPBD Kota Banjarmasin bersama regu penolong melakukan penyisiran untuk menemukan kedua korban yang tenggelam, namun belum berhasil. Malam ini kami akan melakukan penyisiran besar-besaran dengan radius 500 meter dari titik lokasi terjatuh,” jelas salah satu Anggota BPBD Kota Banjarmasin yang ada dilapangan.

KBRN, Banjarmasin : Seorang anggota buser Polsek Banjarmasin Tengah, Bripka M menghilang di perairan Sungai Martapura pada, Jumat (9/4/2021) sekitar pukul 20.00 Wita.

Sebelumnya,Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan melalui Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo, mengungkapkan, Bripka M anggota polisi yang bertugas di Polsek Banjarmasin Tengah. Bripka M bersama rekanan sedang melakukan pengejaran terhadap buronan kasus penganiayaan berinisial F.

Bripka M bersama rekanan, kata Sabana Atmojo, mendapat info pelaku kasus penganiayaan berada di belakang Pos Polisi Pasar Sudimampir. F saat itu sedang memancing ikam di dermaga.
Pada saat akan diamankan F tak tinggal melakukan perlawanan dan keduanya terjatuh ke Sungai Martapura.

“Saat anggota tercebur di sungai, tidak lama kemudian dia melambaikan tangan, minta tolong,” ungkap Wakapolresta Banjarmasin ini.

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Video Tim Hukum H2D Razia Bakul Purun Sembako

Atas Laporan Masyarakat Tim Hukum H2D dengan disaksikan Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar dan Anggotanya Sekitar Pukul 01.00 Wita Dinihari merazia bakul yang akan disebarkan di wilayah PSU Pilgub Kalsel di Kota Martapura, Sabtu (10/4/2021).

Tim Hukum Haji Denny Indrayana – Haji Difriadi (H2D) yang terdiri dari Jurkani, Muhammad Raziv Barokah tadi malam menerima laporan adanya rencana pembagian bakul sembako. Pembagian bakul sembako direncanakan di wilayah PSU Pilgub Kalsel di Kota Martapura.

Menurut Jurkani, setelah Tim Hukum H2D menerima laporan masyarakat tersebut, pihaknya langsung bergerak ke lapangan dan ternyata benar ada penumpukan bakul di rumah warga dan siap dibagikan.

“Benar tadi malam kami mendapat laporan dari masyarakat dan laporan kami tindaklanjuti dengan menggelar razia ke lokasi di Desa Tambak Baru (sebelumnya tertulis Tambak Anyar) , Martapura,” jelasnya singkat, Sabtu (10/4/2021).

Terpisah, Ketua Bawaslu Banjar, Fajeri Tamzidillah yang turut hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya hadir setelah menerima informasi dari Tim Hukum H2D.

” Saya ditelpon Tim Hukum H2D tentang adanya rencana pembagian bakul sembako di Desa Tambak Baru, Kecamatan Martapura. Setelah saya hadir memang benar ada 118 bakul purun bertuliskan Paman Bakul yang berisi sembako di rumah GN, mantan pambakal di desa setempat,” ungkapnya.

Dari keterangan GN, kata Fajeri, bakul sembako tersebut dibagikan untuk warga korban banjir di desanya.

“GN mengatakan, bahwa bakul sembako tersebut akan dibagikan ke warga korban banjir dan tidak disertai ajakan tertentu. GN juga menyatakan, bakul sembako itu atas permintaan pihaknya dan diserahkan oleh seseorang berinial AP,” ujar Ketua Bawaslu Banjar ini.

Atas temuan ini, kata Fajeri Tamzidillah, Bawaslu Banjar akan melakukan penyelidikan, sebab rencana pembagian bakul sembako ini dilakukan di wilayah PSU Pilgub Kalsel di Kota Martapura.

“Temuan ini akan kita tindaklanjuti dengan melakukan penelusuran dan penyelidikan,” pungkasnya.

Selanjutnya dijadwalkan pada Hari Sabtu sekitar Pukul 11: 30 Wita, Calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana akan melaporkan temuan banyaknya bakul Purun yang dibagikan di wilayah PSU Pilgub Kalsel kepada Bawaslu Kalsel. 

 

 

Marhaban Ya Ramadan 1442 H

Hasil Tes Swab PCR BBTKLPP Banjarbaru Dipertanyakan

Warga Kota Banjarbaru Pertanyaan Akurasi Hasil Tes PCR Laboratorium Balai Besar Teknik  Kesehatan Lingkungan dan Pegendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Karena Hasilnya Berbeda Dengan Lab Rumah Sakit Swasta Lainnya, Jumat (9/4/2021).

Sebanyak 5 Anggota DPRD Kota Banjarbaru yang melakukan Tes PCR atau Swab ke RSUD Idaman Banjarbaru dibuat gelisah dengan  hasil tes yang menyatakan mereka, bahkan keluarganya terkonfirmasi positif Covid-19. Kelima orang tersebut, yakni Emi Lasari, Nurkhalis Anshari, Neni Hendriawaty, M Isa Anshary, dan Baskoro.

Kegelisahan dan kebingungan, kata salah satu Anggota DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, wajar saja pihaknya alami, sebab  tes di RSUD Idaman Banjarbaru yang diteliti Laboratorium BTKLPP hasilnya menyatakan, positif Covid-19. Hasil tes yang pada, Rabu 31 Maret 2021 tersebut juga menyatakan seluruh keluarganya juga terpapar Covid-19.

“Tetapi, karena ingin memastikan hasil lab, maka kami melakukan tes Swab PCR Mandiri pada 1 dan 5 April 2021, yakni di 2 Rumah Sakit Swasta. Hasil dari kedua laboratorium menyatakan kami semua negatif, dan bertolak belakang dengan hasil Lab BBTKLPP,” jelasnya.

Terkait dengan hasil tes Swab  laboratorium BBTKLPP yang menyatakan pihaknya positif Covid-19 yang berbeda dengan 2 tes lainnya tersebut, kata Ketua DPD PAN Kota Banjarbaru ini, pihaknya merasa dirugikan. Sekaligus  juga meragukan hasil tes BBTKLPP Banjarbaru.

Persoalan perbedaan hasil tes Swab yang dialami 5 anggota DPRD Kota Banjarbaru menurut Emi Lasari sudah pihaknya sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, namun pihaknya tetap divonis positif Covid-19.

Hal lain lagi ungkap mantan aktivis ini, ia bersama 4 anggota DPRD Banjarbaru diminta isolasi dan tidak diperbolehkan menjalankan aktivitas bersama para anggota dewan lainnya.

Terkait perbedaan hasil Swab ini Emi Lasari meminta agar alat Tes Swab di BBTKLPP Banjarbaru harus diukur ulang atau dikalibrasi agar akurasinya tepat dan tidak merugikan warga atau masyarakat luas.

“Pemeriksaan di balai perlu di evaluasi dan alat perlu diversifikasi, bahkan kalibrasi ulang untuk akurasi hasil lab. Jangan sampai muncul dugaan hasil tes positif Covid-19 adalah palsu,” ungkap Emi Lasari dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan pihak dari BBTKLPP Banjarbaru.

Terkait perbedaan hasil tes Swab PCR ini, sebelumnya perbedaan hasil Swap PCR juga berdampak bagi para Kafilah MTQ Nasional XXXIII. Misalnya yang dialami kafilah dari Kabupaten Tabalong, yakni hasil tes dari BBTKLPP Banjarbaru menyatakan, dari 95 orang yang dites 54 dinyatakan positif Covid-19. Tetapi, setelah dites PCR ulang di RS Pertamina Tanjung hanya 4 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berikut informasinya

Tes PCR Ulang Hanya 4 Orang Kafilah MTQ Tabalong Positif Covid-19

Marhaban Ya Ramadan 1442 H
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest posts

error: Content is protected !!